Portugal diyakini akan menghadapi taktik bertahan menghadapi Uzbekistan. Portugal diwanti-wanti agar tak mengulangi kesalahan serupa saat ditahan Kongo 1-1.
Menghadapi Kongo pada laga pertama Grup K Piala Dunia 2026, start bagus. Joao Neves menciptakan gol cepat untuk membuka keunggulan di enam menit pertama. Kongo membalas di akhir babak pertama dari sundulan Yoane Wissa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak bisa dipungkiri, gol Wissa terlahir dari kesalahan lini belakang Portugal. Wissa dibiarkan leluasa menyambut crossing Arthur Masuau di tepi kotak 6 yard. Usai mencetak gol balasan, Kongo bertahan solid untuk menahan gempuran Portugal sebelum memastikan satu poin digenggam.
Winger Portugal Francisco Conceicao percaya, timnya akan menghadapi Uzbekistan dengan taktik yang kurang lebih seperti Kongo. Portugal harus belajar dari laga sebelumnya.
"Aku punya sebuah gambaran kasar tentang bagaimana strategi Uzbekistan nanti, aku toh tahu persis bagaimana pelatih-pelatih Italia itu," sahut Conceicao dalam konferensi pers, dilansir Reuters.
"Aku tahu strategi mereka itu mencoba menunda gol pertama kami selama mungkin dengan formasi lima bek yang sangat terorganisir, sangat padu, dan rapat," lanjut pemain Juventus itu.
"Semua pemain di sini di tim ini sudah tahu kesulitan-kesulitan apa yang akan menanti kami. Kami tahu kesalahan yang kami buat di pertandingan terakhir dan kami dilarang mengulanginya lagi kali ini," ceplos Conceicao jelang Portugal vs Uzbekistan.
(rin/krs)
