Timnas Tanjung Verde

Sejarah Cape Verde, Negara yang Populasinya Kalah Telak dari Depok dan Bekasi

Kris FW - detikSport
Jakarta -

Piala Dunia 2026 melahirkan salah satu kisah paling mengejutkan. Cape Verde lolos ke babak 32 besar dengan menyandang status debutan! Kian luar biasa mengingat Tanjung Verde adalah sebuah negara kepulauan kecil di Afrika dengan populasi sekitar 525 ribu penduduk, jauh lebih sedikit dibandingkan populasi Kota Depok dan Kota Bekasi.

Cape Verde memastikan tiket ke fase gugur usai bermain imbang tanpa gol melawan Arab Saudi pada laga terakhir Grup H di Houston, Jumat (26/6/2026). Hasil tersebut cukup mengantarkan mereka finis di posisi kedua grup dan melaju ke babak 32 besar.

Pencapaian itu terasa luar biasa jika melihat ukuran negaranya. Berdasarkan data resmi, populasi Cape Verde hanya sekitar 525 ribu jiwa, sebagaimana dicatat oleh ESPN.

Sebagai perbandingan jumlah tersebut bahkan kalah jauh dibandingkan Kota Depok yang memiliki sekitar 2,17 juta penduduk maupun Kota Bekasi yang dihuni sekitar 2,58 juta jiwa, menilik data Badan Pusat Statistik masing-masing kota.

Artinya, jumlah penduduk Kota Depok hampir empat kali lipat lebih banyak ketimbang satu negara Cape Verde, sedangkan Bekasi malah hampir lima kali lipat lebih banyak!

Tak heran jika keberhasilan Cape Verde menjadi salah satu cerita paling inspiratif di Piala Dunia 2026. "Kami memang kecil. Tapi kami punya hati yang besar dan kami adalah para pejuang," kata kiper Cape Verde, Vozinha.

Debutan yang Langsung Bikin Kejutan

Ini merupakan penampilan perdana Cape Verde di putaran final Piala Dunia. Tapi mereka langsung mencuri perhatian sejak pertandingan pertama.

Cape Verde sukses menahan imbang salah satu favorit juara, Spanyol, dengan skor 0-0. Setelah itu mereka bermain imbang 2-2 melawan Uruguay sebelum kembali meraih hasil seri tanpa gol kontra Arab Saudi.

Tak pernah menang, tapi tiga hasil imbang ternyata cukup mengantarkan mereka lolos ke fase gugur. Pelatih Cape Verde, Bubista, mengaku bangga dengan pencapaian timnya.

"Tim ini sangat ingin menunjukkan kepada dunia kemampuan kami. Kami bangga bisa mencapai tahap ini. Kami telah menunjukkan bahwa kami memang negara kecil, tetapi kami berjuang untuk meraih apa yang kami inginkan," ujar Bubista.

Pecahkan Rekor Piala Dunia

Keberhasilan itu juga mengukir sejarah baru di Piala Dunia. Cape Verde resmi menjadi negara dengan populasi terkecil yang pernah lolos ke fase gugur Piala Dunia putra.

Mereka melampaui Islandia dan Curaçao, dua negara berpenduduk kecil yang sebelumnya pernah tampil di Piala Dunia, tetapi selalu gagal melewati fase grup.

Cape Verde juga menjadi tim debutan pertama yang berhasil lolos ke babak gugur sejak Slovakia pada Piala Dunia 2010. Lebih impresif lagi, mereka mampu melaju tanpa sekali pun menelan kekalahan selama fase grup.

Sosok Vozinha Jadi Inspirasi

Keberhasilan Cape Verde tak lepas dari penampilan gemilang sang kiper veteran, Vozinha.

Penjaga gawang berusia 40 tahun itu beberapa kali melakukan penyelamatan krusial saat menghadapi Arab Saudi, termasuk menggagalkan peluang Mohamed Kanno, Mohammed Abu Al-Shamat, hingga Abdullah Al-Hamdan.

Vozinha menegaskan Cape Verde datang bukan sekadar menjadi pelengkap turnamen. "Ada banyak kualitas di tim nasional kami," katanya.

"Mungkin banyak orang menganggap pemain Cape Verde tidak cukup bagus. Tapi kami datang ke sini untuk menunjukkan bahwa kami memiliki kualitas, kami siap bersaing, dan para pemain kami mampu bermain di liga-liga terbaik."

Kini, mimpi negara kecil yang bahkan populasinya kalah telak dibandingkan Kota Depok dan Kota Bekasi masih terus berlanjut. Di babak 32 besar Piala Dunia 2026, Cape Verde akan mencoba menulis sejarah yang lebih besar lagi.


(krs/aff)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Komentar

Terkait

Juara Bola Dunia 2026

ADVERTISEMENT