Kegagalan Korea Selatan di Piala Dunia 2026 memicu gelombang kekecewaan luar biasa di negaranya. Bukan hanya tersingkir di fase grup, pelatih Hong Myung-bo juga menjadi sasaran kritik, bahkan sosoknya dibuat blur dalam tayangan televisi nasional Korea Selatan.
Cuplikan dari KBS (Korean Broadcasting System) memperlihatkan sosok Hong Myung-bo diburamkan saat memberikan konferensi pers usai tersingkir dari Piala Dunia. Tayangan itu langsung viral di media sosial dan memancing beragam spekulasi.
Sebagian publik menduga efek blur tersebut merupakan bentuk sindiran terhadap Hong yang dianggap bertanggung jawab atas kegagalan Taeguk Warriors.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, sejauh ini KBS belum memberikan penjelasan resmi mengenai alasan penggunaan efek blur tersebut. Karena itu, motif di balik tayangan tersebut masih belum dapat dipastikan, sebagaimana dirangkum dari NDTV dan Yahoo Sports.
Gelombang kritik terhadap Hong Myung-bo tak berhenti sampai situ. Di Korea Selatan, foto-foto yang viral memperlihatkan setidaknya sebuah minimarket GS25 dan sebuah restoran BBQ memasang tulisan "Hong Myung-bo No Entry" alias "Hong Myung-bo Dilarang Masuk" di pintu masuk, seperti dilansir Asiae.co.kr.
Tulisan itu ditengarai sebagia bentuk simbol kekecewaan sebagian suporter terhadap pelatih berusia 57 tahun tersebut. Hingga kini belum ada kepastian apakah tulisan itu dipasang oleh pemilik usaha atau hanya aksi spontan maupun parodi yang kemudian viral di internet.
Korea Selatan sebenarnya datang ke Piala Dunia 2026 dengan ekspektasi tinggi. Bertambahnya jumlah peserta menjadi 48 tim membuat publik yakin Taeguk Warriors mampu melaju ke fase gugur. Harapan itu sempat terbuka setelah Korea Selatan mengawali turnamen dengan kemenangan atas Ceko.
Namun, mereka kemudian kalah dari Afrika Selatan dan Meksiko sehingga finis di peringkat ketiga Grup A dengan tiga poin. Korea Selatan sempat menanti asa lolos melalui jalur delapan tim peringkat ketiga terbaik, tapi akhirnya sirna setelah hasil pertandingan grup lain memastikan mereka gagal masuk ke daftar tersebut.
Kegagalan tersebut membuat Presiden Korea Selatan, Lee Jae-myung, ikut angkat bicara. "Sebagai mantan ketua kehormatan klub sepakbola profesional dan, di dalam hati, bagian dari Red Devils, saya bukan hanya terkejut, tetapi juga sangat bingung dengan hasil yang sama sekali tidak kami duga," kata Lee.
Presiden kemudian mengkritik keras proses pengambilan keputusan di sepakbola Korea Selatan. "Sekali lagi terbukti bahwa keputusan mengenai personel menentukan segalanya. Jika loyalitas dan kepentingan kelompok lebih diutamakan daripada kompetensi, lalu orang yang tidak cakap diangkat menjadi pemimpin, hasilnya akan mudah ditebak," ujarnya.
Hong Myung-bo Mundur
Di tengah derasnya kritik, Hong Myung-bo memilih mengundurkan diri sebagai pelatih kepala Korea Selatan.
"Kepada seluruh masyarakat Korea yang mencintai dan mendukung tim nasional kami, saya ingin menyampaikan permohonan maaf yang tulus. Hari ini saya mengumumkan bahwa saya mengundurkan diri sebagai pelatih kepala tim nasional," kata Hong.
Hong mengakui seluruh kegagalan menjadi tanggung jawabnya sebagai pelatih. Meski mundur, Hong menegaskan kecintaannya kepada sepakbola Korea Selatan tidak akan berubah.
"Hari ini saya mundur sebagai pelatih kepala tim nasional. Namun, kecintaan saya kepada sepak bola Korea akan tetap sama. Saya akan terus mendukung tim nasional dari luar lapangan agar bisa kembali mendapatkan kepercayaan dan cinta masyarakat," tutur Hong.
Ini menjadi kali kedua Hong Myung-bo gagal membawa Korea Selatan melewati fase grup Piala Dunia. Sebelumnya, Korsel mengalami nasib serupa pada edisi 2014 di Brasil.
(krs/krs)
