Maroko, Issa Diop

Buah Tawakal Timnas Maroko

Afif Farhan - detikSport
Jakarta -

Maroko menang adu penalti 3-2 atas Belanda di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026. Sang MOTM, Issa Diop bicara soal berserah diri kepada Tuhan.

Belanda vs Maroko berlangsung di Estadio Monterry, Meksiko pada babak 32 besar Piala Dunia 2026, Selasa (30/6). Di waktu normal, skor sama kuat 1-1.

Gakpo cetak gol di menit ke-72. Diop samakan di injury time!

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lanjut di babak tambahan, tiada gol tercipta. Kemudian di babak adu penalti, Maroko mampu menang 3-2 dan bakal lanjut ke babak 16 besar hadapi Kanada.

ADVERTISEMENT

Issa Diop didaulat jadi man of the match (MOTM) alias pemain terbaik. Sang bek tengah itu tampil perkasa.

Diop catatkan tujuh sapuan, satu blok, dan tiga intersep. Dirinya yang maju di injury time untuk tuntaskan umpan lambung, jaga asa Singa Atlas dan akhirnya bisa keluar sebagai pemenang.

Soccer Football - FIFA World Cup 2026 - Round of 32 - Netherlands v Morocco - Estadio Monterrey, Monterrey, Mexico - June 29, 2026 Morocco players celebrate after the penalty shootout as Morocco qualify for the round of 16 stage of the World Cup REUTERS/Daniel Becerril     TPX IMAGES OF THE DAYGol Diop yang jaga asa Maroko! (Foto: REUTERS/Daniel Becerril)

Sebelum adu penalti dimulai, para pemain Maroko berdoa di pinggir lapangan. Mereka mengangkat tangan, meminta pertolongan dari Yang Maha Kuasa.

Issa Diop pun ditanya apa rahasia timnya bisa jadi pemenang. Diop menyinggung soal tawakal, yang berarti berserah kepada Tuhan ketika sudah melakukan segala hal dengan maksimal.

"Ini bukan soal saya," bukanya kepada DAZN saat ditanya perasannya memenangi MOTM.

"Kami negara muslim, orang-orang muslim. Semua ini bukan karena satu dua orang tapi berkat Tuhan, kami bersyukur kepada-Nya," tutupnya.

Maroko memang mendominasi Belanda sepanjang laga. 11 Tembakan dilepas berbanding enam.

Ekspektasi gol Maroko juga lebih baik, 1,4 berbanding 0,2. Singa Atlas pun lebih galak, lakukan 19 tekel berbanding 18.

Pelatih Maroko, Mohamed Ouahbi turut menjelaskan soal para pemain dan seluruh staf yang berdoa. Ya, Ouahbi hanya meminta bantuan kepada Tuhan.

"Sebelum kami berbicara soal penalti dan taktik, saya mengajak para pemain berdoa. Iman harus di atas segalanya," tegasnya.

"Kami tidak akan sukses tanpa bantuan Tuhan. Kami sudah mempersiapkan semuanya, berusaha maksimal, dan semua kembali ke Tuhan. Maka kata-kata pertama saya setelah laga ini adalah Alhamdulillah," tutupnya.


(aff/krs)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Komentar

Terkait

Juara Bola Dunia 2026