Carlo Ancelotti

Brasil Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Ancelotti Janji Mulai Siklus Baru!

Kris FW - detikSport
Jakarta -

Carlo Ancelotti berjanji memulai "siklus baru" bersama Timnas Brasil setelah langkah Selecao terhenti di babak 16 besar Piala Dunia 2026. Pelatih asal Italia itu menegaskan kekalahan dari Norwegia akan dijadikan pelajaran untuk membangun tim yang lebih kuat.

Brasil harus angkat koper usai kalah 1-2 dari Norwegia di MetLife Stadium, New Jersey. Erling Haaland cs melaju ke perempatfinal, sedangkan Tim Samba harus rela kandas karena hanya mampu membalas lewat penalti Neymar pada masa injury time.

Hasil tersebut menjadi pencapaian terburuk Brasil di Piala Dunia sejak gagal lolos dari fase grup pada edisi 1966. Meski gagal memenuhi ekspektasi, Ancelotti memastikan dirinya bersama staf pelatih tetap melanjutkan pekerjaan untuk membangun fondasi baru bagi Selecao.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami akan terus melakukan pekerjaan kami dan mencari ide-ide baru," kata Ancelotti seperti dilansir ESPN.

"Hal yang sama sudah kami lakukan sepanjang tahun ini. Dari sisi saya, ini adalah pengalaman yang sangat mengecewakan dan kami semua sangat sedih. Tapi kami memiliki kelompok pemain yang luar biasa dan saya harus berterima kasih kepada mereka karena sudah bekerja sangat keras. Saya rasa kami tidak pantas kalah, tetapi kami harus menerimanya."

"Itulah sepakbola, itulah olahraga. Terkadang Anda harus menerima kesedihan dan pahitnya kekalahan. Saya sudah sangat terbiasa dengan situasi seperti itu, tetapi kami akan menjadikan kekalahan ini sebagai bahan bakar untuk memulai siklus baru. Semua orang sangat sedih, sama seperti para suporter. Itu hal yang wajar. Yang terpenting sekarang adalah bagaimana kami bereaksi dengan cara yang tepat."

Regenerasi Lini Tengah

Ancelotti mengakui Brasil kini harus mulai memikirkan regenerasi, khususnya di sektor lini tengah. Pernyataan itu muncul setelah Neymar mengindikasikan akan mengakhiri kariernya di tim nasional, sementara sejumlah pemain senior seperti Casemiro dan Fabinho juga diperkirakan segera menyusul.

"Kami harus memikirkan masa depan. Sangat jelas bahwa kami perlu melakukan perubahan di lini tengah. Kami membutuhkan talenta-talenta muda. Kami membutuhkan pemain-pemain berkualitas tinggi yang siap muncul di sepakbola Brasil."

"Tim nasional ini masih memiliki fondasi yang sangat kuat. Banyak pemain hebat yang akan tetap bertahan, dan akan ada pemain-pemain baru yang datang."

Ancelotti juga menjelaskan alasan Bruno Guimaraes menjadi eksekutor penalti pada babak pertama. Tendangan gelandang Newcastle United itu gagal berbuah gol dan ikut memengaruhi hasil akhir pertandingan.

Menurut Ancelotti, keputusan tersebut bukan diambil secara acak, melainkan berdasarkan analisis statistik tim pelatih.

"Kami menggunakan data statistik para pemain. Berdasarkan data itu, pilihan utama sebenarnya adalah Raphinha. Setelah Raphinha, berikutnya Neymar, lalu Bruno Guimaraes. Setelah Bruno baru Martinelli. Karena itu kami memilih Bruno Guimaraes sebagai eksekutor karena kami merasa itulah pilihan terbaik."


(krs/yna)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Komentar

Terkait

Juara Bola Dunia 2026

ADVERTISEMENT