Mesir didepak Argentina 2-3 di babak 16 besar Piala Dunia 2026. Para pemainnya kecewa dan menilai banyak kontroversi, sang kapten Mohamed Salah menenangkan.
Argentina vs Mesir berlangsung di Atlanta Stadium, AS pada babak 16 besar Piala Dunia 2026, Selasa (7/7) malam WIB. Mesir bikin kejutan duluan lewat gol Ibrahim pada menit ke-15 dan Ziko di menit ke-67.
11 Menit terakhir, Argentina comeback. Romero cetak gol sundulan di menit ke-79, Messi dengan tembakan keras di menit ke-83, dan Enzo Fernandez lewat tandukan di injury time.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Laga tersebut dinilai banyak kontroversi. Para pemain Mesir tidak senang dengan kepemimpinan wasit, termasuk ada momen Mohamed Salah dijatuhkan di kotak penalti lawan di injury time tapi tidak dinilai pelanggaran.
Seorang staf dari Timnas Mesir bahkan kena kartu merah. Mesir begitu kecewa.
Kiper cadangan Mesir, Mohamed Alaa tak bisa menyembunyikan perasaannya. Alaa mempertanyakan kualitas wasit Francois Letexier.
"Kualitas kepemimpinan wasit hari ini sangat jelas terlihat. Kami mendapati gol kami dianulir, dan kami seharusnya mendapat penalti. Apesnya, momen penalti itu malah berbalik menjadi gol serangan balik bagi mereka," tutur Alaa seperti dilansir ESPN.
"Protes kami murni ditujukan kepada wasit, yakni terkait kesalahan-kesalahan fatal yang dia buat," geramnya.
Baca juga: Mesir Ajukan Komplain soal Keputusan Wasit |
Ketika para pemain Mesir masuk ke ruang ganti selepas pertandingan, Mohamed Salah berbicara di depan semuanya. Sang kapten menenangkan.
"Ini sudah berakhir. Ini takdir Allah, ketetapan-Nya," kata Alaa menirukan omongan Salah.
"Mari jadikan momen ini untuk terus berkembang. Insyaallah di masa depan tim ini akan lebih baik," lanjut Alaa ungkap perkataan Salah.
Para pemain Mesir biasa berdoa dengan membaca Al Fatihah dan surat-surat pendek sebelum laga. Setidaknya di Piala Dunia 2026, mereka catatkan pencapaian tertinggi dengan tembus babak 16 besar.
(aff/pur)
