Jaminton Campaz

Jaminton Campaz dan Ketakutan Tragedi Escobar yang Terulang

Afif Farhan - detikSport
Jakarta -

Striker Kolombia, Jaminton Campaz sedang bersembunyi. Federasi Kolombia meminta kecam ancaman pembunuhan kepada pemainnya itu!

Kolombia tersingkir di babak 16 besar Piala Dunia 2026. Kolombia kalah adu penalti dari Swis 3-4, setelah imbang 0-0.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jaminton Campaz, sang striker bisa jalankan tugas jadi eksekutor di babak tos-tosan dengan baik. Namun suporter Kolombia, kecewa karena aksi buang-buang peluang emas!

Campaz sempat nyaris bikin gol. Itu andai, dirinya bisa ceploskan bola dalam situasi satu lawan satu kontra kiper Kobel. Sepakannya melambung.

ADVERTISEMENT

Dilansir dari BBC, ada ancaman pembunuhan kepada Jaminton Campaz. Sang pemain pun berpisah dari rombongan Timnas Kolombia dalam perjalanan pulang.

Diyakini, Campaz disembunyikan federasi sepakbola Kolombia (FCF). Pihak federasi pun mengecam aksi intimidasi kepada sang striker tersebut

"Kami menyatakan solidaritas penuh kepada Jaminton Campaz, keluarganya, serta seluruh pemain tim nasional dan seluruh delegasi," tulis FCF.

"Sepakbola harus jadi ruang persatuan, rasa hormat, dan harapan, bukan tempat bagi kebencian, intimidasi, ataupun kekerasan," lanjut pernyataannya.

Dilansir dari Dexerto, situasi yang dialami Jaminton Campaz sontak memicu ingatan publik pada tragedi kelam 32 tahun silam. Itu adalah pembunuhan bek legendaris Kolombia, Andres Escobar.

Escobar ditembak mati di kota Medellin hanya beberapa hari setelah dirinya melakukan gol bunuh diri yang menyebabkan Kolombia tersingkir dari Piala Dunia 1994 di AS. Publik khawatir fanatisme buta kartel atau oknum suporter dapat mengulang sejarah kelam tersebut.


(aff/krs)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Komentar

Terkait

Juara Bola Dunia 2026

ADVERTISEMENT