Sejak awal turnamen, Argentina dituding mendapat perlakuan istimewa oleh wasit. Mulai dari Aljazair, Mesir, hingga Swiss yang menjadi lawan mereka telah mengeluarkan komentar negatif tentang permainan tim asuhan Lionel Scaloni.
Argentina tercatat hanya menerima sembilan kartu kuning dan tak pernah mendapat kartu merah. Ada pula sejumlah aksi yang di laga lain akan menjadi sebuah hukuman namun tak berakhir sama jika Argentina yang bertanding.
Contohnya saat mengalahkan Inggris 2-1 di semifinal pada Kamis (16/7) lalu. Enzo Fernandez terlihat memukul leher Elliot Anderson saat laga baru berjalan tiga menit, namun lolos dari hukuman kartu.
Enzo Fernández casually punches Elliot Anderson in the back of the head... yet no red card was shown 👀 pic.twitter.com/BfXctad55T
— 𝐁𝟖 (@YanitedBruno) July 15, 2026
Kemudian gol kedua Argentina dituding sejumlah fan Inggris berawal dari pelanggaran Lionel Messi yang merebut bola dari Djed Spence sebelum melepaskan crosing ke arah Lautaro Martinez yang membobol gawang Jordan Pickford. Namun tak ada peninjauan ulang terkait hal itu.
Nuevo video de un aficionado muestra claramente el contacto de Messi con el pie de Spence 5 segundos antes del 2ndo gol.
— FERMOR (@FERMOR_23) July 16, 2026
Argentina robando como siempre y FIFA y el VAR sin aparecer.
Recordemos que con Egipto el VAR se regresó 2 minutos a ver una jugada a 80 metros.
Asqueroso pic.twitter.com/iE12yNuzOj
Laporte sadar akan hal ini. Untuk laga sekrusial final Piala Dunia, ia mendesak Slavko Vincic selaku wasit laga final bisa adil dalam memimpin laga. Jika tidak, akibatnya bisa fatal.
"Sudah menjadi tugas wasit untuk mengendalikan hal-hal ini agar situasi tidak menjadi di luar kendali," kata Laporte kepada Marca dan dikutip BBC.
"Jika satu atau dua pemain dibiarkan bertindak seperti itu, pertandingan akan berubah menjadi kekacauan."
"Saya sama sekali tidak khawatir tentang agresi dalam konteks sepak bola. Jika sesuai aturan dan wasit menjalankan tugasnya, saya tidak punya masalah dengan itu."
"Namun, memang benar bahwa dalam pertandingan baru-baru ini kita telah melihat hal-hal yang benar-benar mengejutkan kita - tindakan yang dibiarkan begitu saja.
"Terutama dengan Argentina. Mereka adalah tim yang suka meninggalkan bekas pada lawan mereka. Hal semacam itu seharusnya tidak diperbolehkan dalam sepak bola - terutama dalam kompetisi besar - karena dapat membuat Anda gelisah dan marah," tegasnya.
Duel Spanyol vs Argentina akan menjadi penutup Piala Dunia 2026, yang untuk pertama kalinya diikuti oleh 48 tim. Laga penentu ini akan digelar di New York New Jersey Stadium pada Senin (20/7) pukul 02.00 WIB.
(adp/cas)