Air Mata Messi Tak Sama dengan Ronaldo dan Neymar
Lionel Messi, Cristiano Ronaldo, dan Neymar sama-sama menitikkan air mata di babak 16 besar Piala Dunia 2026. Namun, tangisan ketiganya lahir dari cerita dan akhir yang berbeda. REUTERS
Cristiano Ronaldo lebih dulu menangis setelah Portugal kalah 0-1 dari Spanyol di Dallas Stadium. Kekalahan itu mengakhiri langkah Portugal sekaligus menjadi laga terakhir sang megabintang bersama tim nasional. IMAGN IMAGES via Reuters/MARIA LYSAKER
Neymar juga harus menelan kepedihan setelah Brasil tersingkir di babak 16 besar. Selecao gagal melanjutkan perjalanan sehingga impian Neymar membawa negaranya menjadi juara dunia kembali pupus. REUTERS/Jeenah Moon
Berbeda dengan Ronaldo dan Neymar, Messi justru menangis setelah Argentina memastikan tiket ke perempat final. Sang kapten tak kuasa menahan haru usai kemenangan dramatis atas Mesir. REUTERS/Carlos Barria
Argentina sempat berada di ambang eliminasi setelah tertinggal 0-2 lewat gol Yasser Ibrahim dan Mostafa Zico. Situasi makin sulit ketika penalti Messi berhasil ditepis lawan. IMAGN IMAGES via Reuters/DALE ZANINE
Namun, juara bertahan bangkit pada menit-menit akhir. Gol Cristian Romero, Messi, dan Enzo Fernandez membalikkan keadaan menjadi 3-2 untuk kemenangan Argentina. REUTERS/Carlos Barria
Usai peluit panjang berbunyi, Messi langsung menangis sambil mengepalkan tangan ke udara. Air matanya menjadi luapan emosi setelah Argentina lolos dari ancaman tersingkir. REUTERS/Amanda Perobelli
Jika Ronaldo dan Neymar menangisi akhir perjalanan tim mereka di Piala Dunia 2026, tangis Messi justru menjadi simbol kelegaan. Argentina masih bertahan dan kini bersiap menghadapi Swiss di babak perempat final. IMAGN IMAGES via Reuters/BRETT DAVIS
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan