Potret Mbappe Pamer Topeng Setelah Hidungnya Patah

Kylian Mbappe Emoh Jadi Presiden Prancis di Masa Depan

Bayu Baskoro - detikSport
Jakarta -

Kylian Mbappe emoh (enggan) menjadi Presiden Prancis apabila nanti gantung sepatu dari sepakbola. Begini alasannya.

Mbappe sedang berada di puncak karier sepakbolanya. Pemain berusia 27 tahun ini sedang berupaya membawa Timnas Prancis meraih gelar juara Piala Dunia 2026.

Meski masih di usia emas, Mbappe sudah banyak ditanya soal rencana pasca-kariernya. Popularitasnya yang luar biasa bukan tidak mungkin memudahkannya masuk ke dunia politik di masa depan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Politik sudah bukan hal yang asing buat Mbappe. Bintang klub Real Madrid ini beberapa kali vokal menyuarakan isu-isu politik, termasuk penolakan terhadap ekstremis sayap kanan Prancis jelang Piala Eropa 2024.

ADVERTISEMENT

Usut punya usut, Mbappe justru menolak kehidupan politik seandainya dia pensiun. Dia justru ingin mengembangkan usaha bisnis yang sudah dimilikinya.

"Saya memiliki banyak kemungkinan setelah karier saya. Saya memiliki bisnis yang telah berkembang dengan baik," kata Mbappe, dilansir dari Le Parisien.

"Jika saya ingin menjadi pengusaha, saya akan menjadi pengusaha. Apabila saya mau memiliki aspirasi yang lebih besar, saya akan memiliki aspirasi yang lebih besar," dia menambahkan.

"Tidak, jangan khawatir! Saya tidak berbicara tentang menjadi Presiden. Cukup banyak orang mengatakan itu, tetapi itu bukan rencana saya. Saya sudah cukup dibenci!" tegasnya soal enggan terjun ke dunia politik.

Keengganan Kylian Mbappe sebagai Presiden Prancis disinyalir sebagai 'balasan' atas beberapa fans yang mengolok-oloknya sebagai diktator. Juara Piala Dunia 2018 itu dituding punya pengaruh besar atas keputusan tim, serta menangani kritikus dengan cara keras.


(bay/pur)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Komentar

Terkait

Juara Bola Dunia 2026

ADVERTISEMENT