DetikSport
Kamis 28 April 2016, 11:21 WIB

Seperti Rossi, Marquez Juga Tak Setuju Penggunaan Winglet

Doni Wahyudi - detikSport
Seperti Rossi, Marquez Juga Tak Setuju Penggunaan Winglet Foto: @HRC_MotoGP/Twitter
Jerez - Setelah Valentino Rossi menyatakan ketidaksetujuannya terhadap penggunaan winglet, pernyataan senada kini dilontarkan Marc Marquez. Sayap aerodinamis disebutnya bisa membahayakan.

Ada beberapa alasan yang membuat Marquez menyatakan ketidaksetujuannya terhadap penggunaan winglet. Selain persoalan keamanan, winglet diebutnya akan membuat balapan menjadi monoton karena rider yang berada di depan lebih sulit disalip.

"Beberapa orang menyukai sayap-sayap itu, beberapa orang tidak. Buat saya, saya pikir lebih baik jika tanpa sayap. Jika Anda mulai memanfaatkan aerodinamis, itu akan sangat sulit untuk diikuti pebalap. Akan lebih sulit untuk melakukan overtake, karena akselerasinya akan seperti mobil F1," sahut Marquez.

Dani Pedrosa di awal musim juga menyoroti mulai maraknya penggunaan winglet. Dia menyebut sayap pada motor akan membahayakan karena berpotensi besar mengenai pebalap lain jika berada dalam posisi berdekatan. Selain itu sayap aerodinamis juga menyebabkan turbulensi sehingga membahayakan pebalap yang ada di belakang si pemakai winglet.

[Baca juga: Bagaimana Nasib 'Winglet' di MotoGP?]

"Anda kehilangan aerodinamis. Anda tidak bisa menghadapi dengan baik slipstream (arus angin yang tercipta di belakang motor). Itu untuk alasan keamanan (juga), kita lihat apa yang terjadi di Argentina saat (Andrea) Iannone menyentuh saya. Di Austin, Dani untungnya tidak memakai sayap dalam ukuran besar (saat menabrak Andrea Dovizioso). Secara pribadi saya tidak menyukainya. Kami bisa memakainya tapi hanya untuk mencoba dan mengembangkan," papar Marquez di Crash.

Hingga kini masa depan winglet di kelas MotoGP masih tanda tanya besar. Rumor yang beredar menyebut perangkat aerodinamis itu akan dilarang penggunaannya mulai 2017 mendatang.

"Saya setuju (dilarang tahun depan). Saya memakainya. Dalam beberapa hal itu membuat kondisi lebih baik. Tapi saat balapan jika kita mulai memakainya, maka itu akan terus dan terus dan terus dipakai. Saya pikir untuk overtaking dan di balapan akan lebih sulit. Pada akhirnya sepertinya kami akan bisa menggunakannya di musim ini, jadi kami akan terus bekerja untuk mengembangkannya."

"(Dengan tiga pasang sayap yang digunakan di tes) saya merasa buruk di beberapa bagian, terutama akselerasi. Lalu di tikungan, sayap-sayap itu mengubah feeling motor. Saya melakukan dua lap menggunakannya dan kemudian kembali ke kondisi normal. Lalu saya kembali tanpa sayap. Jujur saja terasa lebih baik tapi catatan waktunya sama saja. Kami masih harus mengerjakan hal itu," lanjut pemilik dua gelar juara dunia itu.
(din/fem)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed