DetikSport
Senin 12 Juni 2017, 05:32 WIB

Dovizioso Samai Prestasi Stoner dan Capirossi

Yanu Arifin - detikSport
Dovizioso Samai Prestasi Stoner dan Capirossi Foto: Andrea Dovizioso memenangi MotoGP Catalunya (AFP/Josep Lago)
Barcelona -

Andrea Dovizioso merebut kemenangan keduanya secara di MotoGP musim ini. Keberhasilan itu membuat Dovizioso menyamai prestasi Casey Stoner dan Loris Capirossi di Ducati.

Dovizioso yang sebelumnya jadi pemenang di MotoGP Italia, kembali jadi yang terbaik di MotoGP Catalunya, Minggu (11/6/2017). Pebalap Italia itu finis terdepan setelah mengungguli Marc Marquez dan Dani Pedrosa yang masing-masing menempati posisi kedua dan ketiga.

(Baca Juga: Hasil MotoGP Catalunya)

Keberhasilan Dovizioso memenangi dua balapan secara beruntun bersama Ducati membuatnya menyamai prestasi Stoner dan Capirossi. Stoner dan Capirossi juga pernah memenangi dua seri secara berturut-turut bersama Ducati.

Capirossi melakukannya pertama kali di musim 2005, ketika memenangi MotoGP Jepang dan MotoGP Malaysia. Sementara Stoner pertama kali merasakan dua kemenangan beruntun bersama Ducati pada musim 2007 saat menang di Turki dan China.

Sebelum ini, terakhir kali Ducati merebut dua kemenangan beruntun adalah pada musim 2010. Stoner pula yang melakukannya di seri Aragon dan Jepang.

Kembali ke Dovizioso, kemenangan ini diakuinya tak disangka-sangka. Start dari posisi ketujuh dan mengalami degradasi ban di sepanjang balapan, rider berusia 31 tahun senang akhirnya bisa finis pertama.

"Kami menyadari grip sangatlah buruk dan penggunaan ban belakang sangat banyak, itulah mengapa kami tidak hanya fokus pada kecepatan. Dan ketika kami memulai balapan, tidak ada yang langsung memacu motor habis-habisan karena semua orang mesti menjaga ban. Saya menyalip beberapa pebalap dan kemudian berada di belakang Dani, kemudian memutuskan bertahan di sana," jelas Dovizioso soal jalannya balapan seperti dilansir situs resmi MotoGP.

"Dia menjaga bannya dengan baik, saya pun demikian. Saya juga bisa melakukannya dengan ban depan. Saya tak tahu apa yang terjadi di belakang atau apakah seseorang bisa mengejar sebab kecepatan kami tidak tertalu cepat. Sepuluh lap jelang finis saya coba memacu motor, tapi ketika bisa berada di depan, saya sadar kalau ban sudah habis. Tapi semua juga mengalaminya. Ini perasaan yang aneh sebab saya tidak pernah menang ketika tidak memacu motor 100%," katanya.



(mfi/fem)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed