DetikSport
Senin 12 Juni 2017, 07:25 WIB

Usai Menang Beruntun, Mampukah Ducati Bersaing Jadi Juara Dunia Musim Ini?

Yanu Arifin - detikSport
Usai Menang Beruntun, Mampukah Ducati Bersaing Jadi Juara Dunia Musim Ini? Foto: Andrea Dovizioso melintasi garis finis dalam balapan MotoGP Catalunya (Getty Images/Mirco Lazzari gp)
Montmelo - Andrea Dovizioso membawa Ducati merebut dua kemenangan beruntun di MotoGP 2017. Pertanyaan pun timbul, mampukah pabrikan Italia itu bersaing jadi juara dunia musim ini?

Dovizioso memenangi balapan MotoGP Catalunya, Minggu (11/6/2017). Pebalap Italia itu mengungguli Marc Marquez dan Dani Pedrosa yang finis kedua dan ketiga.



Dovizioso pun merebut dua kemenangan beruntun musim ini, usai sebelumnya berjaya di MotoGP Italia. Hasil ini mendekatkan Dovi dengan puncak klasemen pebalap. Dia sekarang berada di posisi kedua dengan perolehan 104 poin, tertinggal tujuh poin dari Maverick Vinales yang menguasai posisi teratas.

Mengingat kompetisi masih panjang, kans Dovi membawa Ducati kembali jadi juara dunia terbuka lebar. Lalu apa tanggapannya?

"Saya tidak ingin komplain untuk sekarang, tapi kami masih harus membenahi beberapa hal yang sama. Mugello trek yang bagus buat kami, juga tahun lalu dan tahun sebelumnya lagi. Ini cerita yang berbeda, dan kami jadi yang tercepat tahun ini. Tapi, hari ini balapan cukup aneh, ini bukan soal kecepatan lagi," ucap Dovi seperti dikutip Motorsport.com.

"Tidak ada yang bisa menggeber motor karena ban tidak punya grip. Dan saya punya keuntungan di trek lurus karena mesin saya lebih tangguh. Jadi, sayangnya kenyataannya tidak seperti itu (Ducati dominan), saya yakin itu," tambahnya.

"Kami masih perlu perubahan di beberapa area, masalah menikung masih sama seperti empat balapan yang lalu. Saya tidak ingin berbicara dengan negatif, tapi cuma realistis," kata Dovizioso.

Dovi pun meminta Ducati membuat Desmosedici lebih kompetitif lagi kalau mau bersaing jadi juara dunia. Ia menyebut untuk saat ini Ducati masih belum cukup konsisten untuk menyaingi Honda dan Yamaha.

"Kalau kami mau bersaing di kejuaraan, seperti yang kami katakan sebelum musim dimulai, kami harus membenahi beberapa hal menjadi lebih kompetitif lagi," lanjut Dovi.

"Dalam beberapa balapan, kami tertinggal 25 detik dari para pebalap terdepan tahun ini. Kalau seperti itu Anda tak bisa bersaing dalam kejuaraan karena para rival terlalu kuat, baik dari segi motor atau pebalapnya."

"Saya realistis soal itu, saya tidak terlalu antusias sekarang. Kami masih kurang dalam beberapa hal, kami harus fokus soal itu, tidak terlalu memikirkan kejuaraan dan selisih dengan pemimpin klasemen yang cuma tujuh poin," tegasnya.





(mfi/fem)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed