DetikSport
Rabu 18 Oktober 2017, 15:21 WIB

Ada Peluang, Akankah Rossi Membalas Dendam Musim 2015 ke Marquez?

Doni Wahyudi - detikSport
Ada Peluang, Akankah Rossi Membalas Dendam Musim 2015 ke Marquez? Foto: Mirco Lazzari gp/Getty Images
Jakarta - Gara-gara Marc Marquez, Valentino Rossi kehilangan peluang jadi juara dunia 2015. Dengan skenario yang berbalik di musim ini, mungkinkah The Doctor membalas dendam ke Marc?

Musim 2015 akan dikenang sebagai salah satu musim paling panas dalam sejarah MotoGP saat Jorge Lorenzo dan Valentino Rossi bertarung menjadi juara dunia. Duel sengit kedua pebalap itu makin membara karena nama Marquez ikut terseret di dalamnya.

The Doctor dalam beberapa kesempatan memprotes Marquez yang dia nilai dengan sangat sengaja mencoba membantu Lorenzo untuk merengkuh takhta juara. Bukan sekadar membantu, Marcquez malah dituding mencoba menjegal dirinya.

Tensi panas Rossi dengan Marquez sudah lama menurun seiring berjalannya waktu. Tapi bukan berarti kejadian itu dilupakan begitu saja. Di akhir musim 2017 ini, apa yang terjadi dua tahun lalu tiba-tiba saja muncul lagi.

Penyebabnya adalah persaingan sengit Marquez dengan Andrea Dovizioso, di mana keduanya cuma terpaut 11 angka sementara balapan tinggal menyisakan tiga seri lagi.

Rossi yang sudah dipastikan kehilangan peluang jadi juara dunia bisa saja 'menceburkan diri' ke persaingan tersebut. Membalas apa yang terjadi dua musim lalu.

Marquez menapik kemungkinan skenario tersebut.

"Itu tidak membuat saya khawatir. Dan itu adalah sesuatu yang tidak saya pikirkan. Karena, seperti saya selalu katakan, saya selalu mengandalkan diri saya sendiri," ucapnya dalam wawancara dengan Marca.

"Di balap motor, dan olahraga lainnya, dan terutama olahraga individual, saat Anda berada di lintasan, jika Anda adalah pebalap tercepat, dan Anda tampil dengan bagus dan lebih cepat dibanding pesaing, pada akhirnya Anda tidak perlu bergantung pada orang lain dan Anda akan bisa memenangi balapan," lanjut dia.

Secara spesifik Marquez tak menganggap akan ada rider yang coba menghalangi dia sehingga rider lain bisa jadi pemenang. Semua pebalap disebutnya akan berupaya seoptimal mungkin meraih kemenangan. Tanpa kecuali.

"Dalam upaya memenangi kejuaraan dunia Anda bisa direcoki oleh 24 pebalap lain. Semua turun ke lintasan untuk meraih kemenangan. Dan jika Anda bisa berada di posisi terdepan, apapun warna motornya, Anda akan berupaya mencapainya (kemenangan). Dan jika ada peluang menyalip Anda akan melakukannya. Setidaknya itu yang saya pikirkan," terangnya lagi.
(din/nds)

Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed