DetikSport
Senin 23 Oktober 2017, 12:43 WIB

Jalan Terjal Andrea Dovizioso

Kris Fathoni W - detikSport
Jalan Terjal Andrea Dovizioso Foto: Mirco Lazzari gp/Getty Images
Jakarta - Sebelum MotoGP Australia, Andrea Dovizioso cuma berjarak 11 poin dari Marc Marquez. Usai balapan, jarak itu jadi 33 poin. Jalan terjal pun kini menanti Dovi dalam persaingan berebut gelar juara dunia di dua seri sisa.

Dovizioso hanya bisa menyudahi MotoGP Australia di Phillip Island, Minggu (22/10/2017) kemarin, dengan berada di posisi ke-13. Rider Ducati tersebut berhak atas tiga poin tambahan.

Secara bersamaan, Marquez memenangi balapan. Pebalap Repsol Honda itu pun menambah 25 poin untuk memperkuat cengkeramannya terhadap pucuk klasemen. Marquez (269 poin) kini unggul 33 angka dari Dovi (236 poin).


Mengingat masih ada dua seri sisa, secara matematis tentu saja peluang Dovizioso belumlah habis. Masih ada maksimal 50 poin yang bisa ia rebut dalam usahanya menyalip Marquez.

Akan tetapi, secara realistis hal itu tentu tidak mudah. Salah satu tolok ukurnya adalah performa Marquez yang secara khusus merebut tiga kemenangan dalam empat seri terakhir. Satu-satunya momen ia tidak meraih kemenangan di periode ini pun Marquez tetap bisa finis kedua.

Dan posisi finis kedua itu pula yang pada dasarnya bisa menjamin Marquez jadi juara dunia di Sepang akhir pekan ini, sekalipun Dovizioso meraih kemenangan. Kira-kira begini hitungannya.


Jika Dovi meraih hasil maksimal di Sepang (menang) poinnya akan jadi 261. Berandai-andai ia pun bisa menang di Valencia maka raihan maksimalnya musim ini adalah 286 poin.

Nah, seandainya Marquez bisa finis kedua saja di Sepang maka raihannya sudah akan jadi 289 poin, alias melampaui pencapaian maksimal Dovi. Maka Marquez dipastikan jadi juara dunia MotoGP 2017 di Sepang jika bisa finis kedua.

Bahkan kalau pun Marquez finis ketiga di Sepang, sehingga punya 285 poin, Dovi pun tetap dituntut menang di dua seri sisa untuk bisa terus menjaga asa.

[Gambas:Video 20detik]


Maka peluang terbaik Dovi untuk bisa terus memelihara persaingan di dua seri sisa adalah berusaha menyapu bersih kemenangan, seraya berharap Marquez kehilangan poin-poin dengan tidak naik podium, finis di luar 10 besar, atau bahkan tidak finis (DNF).


Sebagai pengingat, pada tahun 2016 lalu Dovizioso berhasil memenangi MotoGP Malaysia yang berjalan dalam kondisi basah. Marquez cuma finis ke-11, tapi saat itu sudah memastikan titel juara dunia pada dua seri sebelumnya di Motegi. Sedangkan pada musim 2015 kedua rider sama-sama tidak mampu menyelesaikan balapan, dengan Marquez terlibat insiden dengan Valentino Rossi.

"Sekarang kami harus pergi ke Malaysia dengan sikap positif. Di sana kami bisa membidik hasil maksimal lagi dan melihat bagaimana perkembangannya nanti," kata Dovizioso usai balapan mengecewakan di Phillip Island.



(krs/din)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed