DetikSport
Senin 09 April 2018, 06:45 WIB

Rossi Takut Membalap di Dekat Marquez

Meylan Fredy Ismawan - detikSport
Rossi Takut Membalap di Dekat Marquez Valentino Rossi terjatuh setelah disenggol Marc Marquez di MotoGP Argentina (Foto: Mirco Lazzari gp/Getty Images)
Termas de Rio Hondo - Yamaha tak terima melihat Valentino Rossi jatuh akibat manuver Marc Marquez. Yamaha bahkan menyebut pebalapnya itu takut membalap di dekat Marquez.

Insiden antara Rossi dan Marquez jadi buah bibir dalam balapan MotoGP Argentina di sirkuit Termas de Rio Hondo, Senin (9/4/2018) dinihari WIB. Keduanya bersenggolan empat lap menjelang finis untuk memperebutkan posisi keenam.


Dalam insiden tersebut, Rossi masuk tikungan dengan sedikit melebar, tapi berupaya kembali ke dalam. Saat itulah Marquez merangsek dan keduanya bersenggolan. Keduanya melebar ke luar lintasan dan Rossi terjatuh saat ban depannya menyentuh rumput.

Rossi memang masih bisa meneruskan lomba setelah kejadian tersebut. Tapi, dia kehilangan banyak posisi dan akhirnya cuma finis di posisi ke-19.

Sementara itu, Marquez yang finis di posisi kelima dihukum penalti 30 detik akibat "mengendara dengan sembrono". Penalti itu membuatnya melorot ke posisi ke-18.

Penalti akibat insiden dengan Rossi adalah penalti ketiga yang diterima Marquez dalam balapan MotoGP Argentina. Pebalap Repsol Honda itu sebelumnya dihukum penalti ride through karena nekat start dari grid meski sudah diinstruksikan untuk memulai balapan dari pit. Sementara pada penalti kedua, dia diminta untuk turun satu posisi akibat menyenggol Aleix Espargaro.

[Gambas:Video 20detik]



"Sebagai sebuah tim, kami tak bisa menerima tindakan semacam ini oleh Marquez. Apa yang dia lakukan dua kali selama balapan tak bisa diterima. Pertama dengan Aleix Espargaro, dan kemudian dengan Valentino, yang juga berisiko terluka dan kehilangan banyak poin," semprot bos Movistar Yamaha, Lin Jarvis, di Autosport.

"Kami langsung menuju race direction untuk menegaskan posisi kami dan Valentino ikut bersama kami untuk mengungkapkan opininya secara langsung. Sekarang kami harus menunggu race direction dan FIM. Mereka harus memutuskan apakah mereka bisa berbuat lebih karena mereka sudah memberinya penalti 30 detik dalam balapan," lanjut Jarvis.

"Valentino mengatakan bahwa Marquez sangat berbahaya dan dia takut berada di dekat Marquez di atas lintasan. Ini adalah sesuatu yang harus dituntaskan di masa depan. Bukan cuma buat kami, tapi juga MotoGP secara umum," katanya.

Seusai balapan, Marquez sebenarnya langsung mendatangi garasi Yamaha dengan maksud meminta maaf kepada Rossi. Namun, dia dicegah oleh tangan kanan Rossi, Uccio Salucci.


"Pada saat ini saya tak tertarik bicara dengan Honda atau Marquez. Dia datang ke garasi kami, tapi ini bukan waktunya untuk melakukan itu," kata Jarvis.



(mfi/raw)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed