DetikSport
Kamis 07 Juni 2018, 18:12 WIB

Rossi Percaya Kontrak-Kontrak Awal di MotoGP 2018 Keliru

Okdwitya Karina Sari - detikSport
Rossi Percaya Kontrak-Kontrak Awal di MotoGP 2018 Keliru Valentino Rossi bersama Jorge Lorenzo, yang akan membalap untuk Repsol Honda di 2019. (Foto: Mirco Lazzari gp/Getty Images)
Jakarta - Line-up pebalap untuk MotoGP musim depan nyaris penuh. Rider Yamaha Valentino Rossi percaya kontrak-kontrak awal para pebalap itu adalah tidak tepat.

Hanya tinggal beberapa kursi pebalap saja yang lowong untuk MotoGP 2019. Sejumlah perubahan line-up mengejutkan terjadi di awal musim ini.

Yang menyedot perhatian adalah Repsol Honda. Pabrikan Jepang itu memutuskan untuk mendepak Dani Pedrosa, pebalapnya sejak 2001, untuk digantikan Jorge Lorenzo hanya beberapa hari setelah meraih kemenangan pertamanya dengan Ducati di MotoGP Italia.

Belum diketahui bagaimana masa depan Pedrosa setelah musim ini, seiring rumor yang menyebut dia akan mengumumkan gantung helm di Catalunya, pekan depan. Sedangkan kursi Lorenzo akan diisi Danilo Petrucci, yang promosi dari tim satelit Pramac.


Di tempat lain, Andrea Iannone dipastikan akan meninggalkan Suzuki dan santer dilaporkan akan bergabung Aprilia. Padahal Iannone tampil impresif usai finis ketiga dua kali dan finis keempat dalam tiga dari empat balapan terakhir.


Rossi sendiri meneken kontrak baru dengan Yamaha jelang musim 2018 bergulir. Dia berpendapat bahwa Lorenzo dan Iannone merupakan bukti bahwa tim-tim MotoGP seharusnya mengambil lebih banyak waktu sebelum memutuskan line-up.


"Salah kalau mereka sudah menentukan terlalu awal," ucap Rossi di Autosport. "Situasi Iannone, Lorenzo, dan yang lainnya membuktikan bahwa segalanya ditentukan mungkin dalam tiga balapan pertama. Bagiku, itu terlalu terburu-buru."

"Aku memang teken kontrak sebelum musim bergulir, tapi kurasa keputusanku sedikit berbeda mengingat aku telah memutuskan tetap di Yamaha untuk terus membalap selama dua tahun ke depan. Sedangkan pebalap-pebalap lain, yang berjuang untuk kursi [pebalap] yang penting, itu sudah pasti sebuah masalah memutuskan lebih awal."

"Lorenzo dan Iannone, ketika mereka menyadari mereka terancam tidak punya tim, mulai tangguh di atas lintasan, dan karena itu mulai menempatkan tim-tim mereka sedikit dalam masalah," sambung juara dunia sembilan kali ini.

"Akan lebih baik untuk mengatakan kita mulai bicara tentang tahun [berikutnya] hanya di paruh kedua musim. Tapi aku sadar betul kalau situasi seperti ini sulit dikendalikan," pungkas Rossi.



Tonton juga video 'Rossi Rebut Pole Position MotoGP Italia'

[Gambas:Video 20detik]





(rin/krs)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed