detiksport
Follow detikSport Linkedin share
Jumat, 03 Agu 2018 18:13 WIB

Bos Yamaha Ungkap Kesulitan Mengalahkan Marquez

Okdwitya Karina Sari - detikSport
Foto: Mirco Lazzari gp/Getty Images Foto: Mirco Lazzari gp/Getty Images
Jakarta - Usai juara dunia di 2015, Yamaha gagal menjegal Marc Marquez. Bos Yamaha Lin Jarvis menilai faktor motor Honda bukan faktor penentu, melainkan Marquez sendiri.

Rider Repsol Honda itu tampil merebut empat gelar juara dunia dalam lima tahun terakhir. Satu-satunya kegagalan itu terjadi di 2015 saat dijuarai Jorge Lorenzo, yang menandai satu-satunya titel Yamaha sampai kini.

Di musim berikutnya, Yamaha kembali gigit jari. Marquez mendulang gelar MotoGP ketiganya dengan unggul jauh, 49 poin dari Rossi dan 65 poin dari Lorenzo.


Persaingan lebih ketat di 2017, namun bukan Yamaha yang berhasil mempersulit Marquez melainkan Ducati lewat Andrea Dovizioso. Namun demikian, rider Spanyol itu kembali berjaya usai unggul 37 dari Dovizioso, dan meninggalkan jauh Valentino Rossi dengan selisih 90 poin [5] dan 68 poin dari Maverick Vinales [3].

Rossi dan Vinales tampil lebih menjanjikan di musim ini, tapi Marquez membuktikan dirinya masih terlalu tangguh. Memasuki paruh kedua musim, Marquez memimpin klasemen dengan jarak 46 poin dari Rossi dan 56 dari Vinales di posisi kedua dan ketiga.


"Apakah saya terkejut dengan Honda? Saya tidak terlalu terkejut tentang Marquez, karena saya pikir kalau Anda berbicara tentang Honda, Anda pada pokoknya membicarakan Marquez, dan Marquez adalah seorang atlet yang sedang pas di momennya. Terutama tahun ini, dia sepertinya menikahi dirinya sendiri, sangat pas sekali dengan Honda secara keseluruhan," Jarvis mengungkapkan di Crash.

"Dia sedang dalam performa terbaik, dia adalah pebalap sensasional, dan ketika dia mampu menguasai diri sendiri, dia sangat-sangat tangguh. Jadi dia adalah seorang pesaing yang sangat sulit sekali dikalahkan. Namun, pebalap kami punya potensi untuk mengalahkan dia, kami sudah pernah melakukannya di masa lalu dan akan melakukannya di masa depan."

"Kami masih butuh memperbaiki beberapa hal lagi, saya tidak ingin membicarakannya secara detil karena saya merasa bukan waktu dan tempat yang tepat untuk melakukannya. Tapi kami sedang bekerja keras. Kami perlu menang lagi. Tidak hanya sekali, tapi menang lagi secara konsisten. Jadi itulah yang kami dorong sekarang ini." (rin/krs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed