DetikSport
Sabtu 04 Agustus 2018, 04:12 WIB

Rossi: Manajemen Ban Akan Krusial di MotoGP Republik Ceko

Yanu Arifin - detikSport
Rossi: Manajemen Ban Akan Krusial di MotoGP Republik Ceko Pebalap Movistar Yamaha Valentino Rossi kesulitan di hari pertama sesi latihan bebas MotoGP Republik Ceko, Jumat (3/8). (Foto: Mirco Lazzari gp/Getty Images)
Brno - Valentino Rossi memprediksi balapan MotoGP Republik Ceko akan sulit. Ia menyebut manajemen penggunaan ban sangat krusial agar bisa naik podium.

Hal itu dikatakan Rossi setelah cuma menempati peringkat ketujuh dalam free practice kedua MotoGP Republik Ceko di Sirkuit Brno, Jumat (3/8/2018). Ia terpaut 0.5 detik dari Dani Pedrosa yang tercepat di sesi itu.


Rossi menilai kondisi di Brno saat ini sangat menyulitkan. Cuaca panas dan trek yang tak rata membuat ban motor juara dunia MotoGP tujuh kali itu cepat terkikis, khususnya ban belakang.

Rider Movistar Yamaha itu menilai manajemen ban akan sangat penting saat race berlangsung, Minggu (5/8). Hal itu, tambahnya, juga tergantung dengan pilihan ban yang digunakan para rider di seri MotoGP ke-10 nanti.

"Pastinya ini hari yang sulit. Kondisinya maksimal, dengan lebih 50 derajat di atas trek, Sulit mengelola dan mengendarai motor karena trek tampaknya juga punya benjolan lebih banyak, sedikit lebih buruk dibandingkan tahun lalu," jelas Rossi, yang memburu poin ke-6000 di MotoGP Ceko, seperti dikutip Crash.

"Saya tidak cukup senang, terutama di bagian depan motor. Kami harus terus bekerja, tapi bagi saya masalah utamanya adalah ban belakang. Di sini, ban belakang cepat habis. Setelah tiga atau empat lap saja, anda kehilangan banyak cengkeraman dan putaran sehingga sulit menjaga kecepatan."



"Jadi kami harus banyak bekerja di titik ini. Tapi kondisinya juga belum jelas karena banyak rider akan mencoba berbagai jenis ban depan dan belakang. Saya tidak mencoba opsi yang lebih sulit, tetapi banyak rider menyukainya. Besok saya akan mencobanya, mungkin kami bisa sedikit mengetahui solusinya," lanjutnya.

Rossi menilai bukan dirinya saja yang kesulitan. Untuk itu, strategi manajemen ban di lintasan akan krusial sebab akan dilakukan hampir semua pebalap.

"Saya pikir semuanya kesulitan, tergantung siapa yang tidak terlalu mengalaminya. Dengan ban baru, Anda punya dua lap dan bisa melesat serta meningkatkan waktu. Tapi dalam 21 lap, saya pikir kunci ke podium adalah mencoba mereduksi hal itu. Saat ban belakang habis, Anda kehilangan banyak kinerja dan waktu. Treknya juga panjang sehingga celahnya akan menjadi lebih besar," ungkapnya.



(yna/mfi)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed