DetikSport
Senin 13 Agustus 2018, 15:02 WIB

Rossi: Yamaha Tak Perlu Minta Maaf, Benahi Saja Motornya

Rifqi Ardita Widianto - detikSport
Rossi: Yamaha Tak Perlu Minta Maaf, Benahi Saja Motornya Valentino Rossi ingin Yamaha bergerak lebih aktif membenahi motor. (Foto: Mirco Lazzari gp/Getty Images)
Jakarta - Movistar Yamaha masih kesulitan memburu kemenangan di MotoGP. Manajemen meminta maaf ke para rider, tapi Valentino Rossi lebih ingin perbaikan nyata.

Yamaha masih melanjutkan puasa kemenangannya, dengan kini sudah 21 seri tanpa satupun ridernya naik podium teratas. Ini puasa terpanjang tim pabrikan asal Jepang itu dalam sejarah MotoGP.

Kemenangan terakhir Yamaha dipersembahkan Rossi pada seri Belanda tahun lalu. Sementara Maverick Vinales terakhir kali menang pada tiga seri sebelumnya, yakni di Prancis.




Dalam balapan MotoGP Austria di Red Bull Ring, Minggu (12/8/2018) malam WIB, Rossi cuma finis keenam dan Vinales di posisi 12. Atas buruknya performa ini, Pemimpin Proyek YZR-M1 Kouji Tsuya meminta maaf.

"Kami sedang kesulitan dan harus meminta maaf kepada para rider," ungkap pria nomor dua di manajemen divisi MotoGP Yamaha ini.

Yamaha sejauh ini kesulitan dengan akselerasi. Baik Rossi dan Vinales sudah berulang kali mengeluhkan terlalu banyak selip saat membuka gas, sehingga banyak tenaga yang terbuang sementara ban lebih cepat habis.

Rossi menekankan pentingnya perbaikan elektronik, sesuatu yang sudah lebih dulu dilakukan Honda dan Ducati. Namun sejauh ini Yamaha belum menunjukkan respons yang signifikan terhadap permintaan Rossi.

Ditanya soal apakah permintaan maaf manajemen berarti penting, Rossi mengelak.

"Bukan saya yang harus memutuskan. Bagi saya, lebih penting kalau mereka meningkatkan motornya. Hanya inilah yang terpenting," ungkapnya dilansir Crash.

Dalam permintaan maafnya, Tsuya juga mengungkapkan soal performa akselerasi, yang berarti menyesuaikan keluaran energi agar lebih akurat.

Rossi sendiri kemudian turut ditanya apakah merindukan sosok Masao Furusawa, teknisi yang dulu mengantarnya meraih sukses di awal-awal karier bersama Yamaha.

"Saya tak bisa menjawabnya. Saya bekerja untuk Yamaha dan tugas saya adalah mencoba membuat upaya maksimal dan terutama memberikan indikasi-indikasi untuk meningkatkan motor. Dan setelah itu, sayangnya bukan lagi tugas saya. Mereka yang harus mencoba," tandas juara dunia sembilan kali ini.

(raw/krs)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed