Bekal Ducati Tunda Pesta Rossi

Jelang MotoGP Jepang

Bekal Ducati Tunda Pesta Rossi

- Sport
Rabu, 24 Sep 2008 07:35 WIB
Bekal Ducati Tunda Pesta Rossi
Motegi - Cuma butuh finis di posisi tiga, Valentino Rossi akan meraih gelar juara dunianya di kandang Yamaha. Tapi di Sirkuit Motegi justru Ducati yang jadi raja dalam tiga musim terakhir.

Demikianlah fakta unik yang dimiliki Ducati jelang bergulirnya MotoGP Jepang akhir pekan ini. Saat tak pernah mampu menang pada balapan kandang MotoGP Italia di Mugello, Ducati justru menunjukkan hasil gemilang di Sirkuit Motegi yang merupakan kandang Yamaha, Honda dan Kawasaki.

Bayangkan, dalam tiga musim terakhir Ducati selalu mampu berdiri podium tertinggi. Memang bukan Casey Stoner yang meraihnya karena hat-trick kemenangan tersebut diraih Loris Capirossi, namun dengan statistik tersebut bisa saja Ducati meraih hasil serupa yang berujung tertundanya pesta juara Rossi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Secara keseluruhan, Motegi adalah sirkuit yang spesial buat kami dan meskipun kami datang ke sana dalam kondisi yang tidak sebaik tahun lalu, masih ada empat balapan tersisa dan kami senang karena salah satunya adalah balapan di sirkuit ini," ungkap Bos Tim Ducati, Livio Suppo, seperti diberitakan Crash.

Kalau Ducati selalu jadi kampiun pada tiga balapan terakhir di Motegi maka hal berkebalikan terjadi pada Rossi. Tahun 2005 The Doctor gagal menyelesaikan balapan, posisi runner up memang berhasil diraih pada musim 2006 tapi tahun lalu dia kembali jeblok setelah menyelesaikan balapan di posisi 13.

Tidak relevan mungkin membandingkan Rossi tahun lalu dengan musim ini karena performa Yamaha sudah jauh membaik, jangan lupakan juga kalau musim lalu dia banyak terkendala dengan ban Michelin. Tapi Stoner juga punya kenangan manis di sirkuit ini musim lalu, di mana dia memastikan titel juara dunianya yang pertama.

"Saya meraih hasil yang berbeda-beda di Motegi - beberapa hasil bagus dan beberapa hasil buruk. Yang pasti, kenangan terbaik adalah tahun lalu saat saya memastikan titel juara, tapi saya selalu memandang ke masa depan dibanding terus berkaca pada masa lalu," sahut Stoner.

(din/roz)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads