Puig sebelumnya telah menyebut bahwa Hayden suka menyalin data pengaturan motor Pedrosa karena si juara dunia 2006 tak bisa melakukan pengaturan motor sendiri.
Hayden juga disebut Puig tak pernah jadi rival serius Pedrosa dan munafik karena mengaku tak punya masalah pasca insiden kedua pembalap di seri MotoGP Portugal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Aku tak mau bertengkar lagi, saling bertukar ucapan dengan pria ini, dan membela diri atas segala yang dikatakannya," tukas Hayden seraya tersenyum, sebagaimana dikutip Crash.net.
Meski demikian, Hayden sedikit menerangkan kembali ucapan yang telah dikutip oleh surat kabar Spanyol itu. "Aku bahkan tak yakin benar tentang apa yang kukatakan ketika sudah diterjemahkan (ke bahasa Spanyol). Sepertinya aku mengatakan fakta bahwa Puig saat ini pada dasarnya menjalankan tim kami, menjalankan HRC. Saya yakin itu."
"Aku pikir Yamano (Team Principal HRC Kazuhiko Yamano) sudah melakukan pekerjaan yang baik sebagai manajer tim dan pria itu sedang dalam situasi yang sulit. Aku tahu dia sedang mendapat banyak sorotan dari berbagai pihak. Pada dasarnya itulah yang aku katakan...Sepertinya aku harus berhenti jadi orang munafik," seloroh Hayden, mengacu kepada salah satu klaim Puig.
Untuk hal-hal tadi, Hayden masih bisa tersenyum dan tak kehilangan rasa humornya. Namun, tidak demikian halnya dengan komentar Puig bahwa dirinya suka mengopi data pengaturan motor Pedrosa.
"Apa yang dia bilang tentang membagi data adalah lelucon dan itu mengapa aku marah. Aku sudah tak pernah melihat data Pedrosa untuk waktu yang lama. Mari kita perjelas tentang itu. Jika aku atau (Andrea) Dovizioso yang tercepat, (malah) dia (yang) melihat semuanya," sergah Hayden.
Dalam tiga balapan semenjak area pit tim Honda Repsol dipisah, Hayden sukses mereguk dua podium dari tiga seri dan raihan angkanya di seri-seri tersebut lebih banyak 23 angka dari Pedrosa.
Jadi? (krs/key)











































