Adalah bos tim Ducati, Livio Suppo, yang mengungkapkan rencana pemangkasan biaya tersebut. Hampir sama seperti yang baru diberlakukan di F1, pemangkasan biaya di MotoGP juga dikategorikannya sebagai sebuah "langkah radikal".
"Ada beberapa pembatasan yang akan diterapkan pad 2009, tapi karena motor-motor sudah terlanjur di buat, jadi itu belum bisa dilakukan sekarang," ungkap dia kepada Motosprint seperti diberitakan Autosport.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami berusaha untuk melakukannya tanpa merusak hal yang lain. Saat sesi latihan, karena kami tahu pengeluaran terbanyak datang dari bahan pembuat mesin, maka kami akan membuat motor tak akan banyak-banyak berada di atas lintasan (untuk melakukan sesi latihan dan ujicoba). Jadi nantinya akan ada pengurangan jumlah ujicoba, durasi free practice dan kualifikasi yang lebih singkat serta mesin yang paling tidak bisa bertahan untuk dua balapan," terang Livio Suppo.
Selain usia mesin, pembatasan lain yang mungkin diberlakukan adalah soal jumlah motor yang bisa dimiliki tim untuk setiap seri. Namun beberapa ide tersebut belum akan bisa diterapkan dalam waktu dekat lantaran sebagian pabrikan Jepang disebutnya belum memberikan persetujuan.
"Saat kami semua setuju untuk meniadakan tes hari Senin, kami di Ducati masih menunggu balasan dari tim Jepang terkait rencana menggunakan satu mesin untuk dua balapan. Katakanlah ini merupakan masalah yang paling rumit, jadi beberapa pabrikan meminta waktu untuk berpikir. Mereka mengevaluasi rencana tersebut, tak ada yang aneh dengan hal itu," pungkas Suppo.
Pembahasan lanjutan soal rencana pemangkasan biaya tersebut akan dilakukan berbarengan dengan ujicoba pra musim di Sirkuit Sepang.
(din/roz)










































