Stoner, Lorenzo dan Rossi sama-sama memimpin klasemen sementara pembalap. Ketiganya punya poin setara, 106, selewat enam seri sejauh ini.
Akan tetapi, dibandingkan Lorenzo dan Rossi, hanya Stoner yang setia memetik angka di tiap seri. Rossi pernah tak dapat angka di Le Mans karena finis di posisi 16, sedangkan Lorenzo sempat retired di Jerez.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Assen adalah trek yang aneh buatku karena sebelum masuk MotoGP itu adalah lintasan kesukaanku tapi aku belum pernah bisa menang," kata Stoner merujuk pada capaiannya di Assen ketika masih membalap di kelas 125/250cc.
Sejak berlaga di kelas MotoGP tahun 2006, peruntungan Stoner di Assen berubah. Berturut-turut dia finis di posisi empat dan dua, bahkan jadi jawara GP Belanda musim lalu.
"Lalu di 2006 aku mendapat hasil bagus dan semenjak itu, bersama Ducati, aku selalu cepat. Mempertimbangkan fakta bahwa GP9 sudah menunjukkan kekompetitifan dalam pelbagai variasi sirkuit, aku tak sabar kembali ke Assen."
"Idealnya kami ingin akhir pekan dengan cuaca yang konsisten sehingga kami bisa mengurusi motor dan menambahkan sedikit cengkeraman pada bagian belakang, yang mana satu-satunya kekurangan kami saat ini. Selebihnya, motornya luar biasa, beloknya enak dan bagian depan sangat stabil," lugas Stoner di Crash.
(krs/a2s)











































