Kondisi fisik adalah alasan yang membuat Stoner absen di tiga seri pertengahan musim ini. Tapi selain itu muncul juga pertanyaan mengenai motivasi si pembalap Ducati yang diduga sudah mengendur.
Alhasil, masa depan Stoner pun langsung dipertanyakan kendati kini dia coba menggugurkan spekulasi itu dengan menegaskan masih tetap akan membalap di lintasan sekembalinya dari masa istirahat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Aku ingin terus membalap untuk tahunan ke depan karena balapan di atas motor adalah hal yang ingin aku lakukan secepatnya. Aku hanya tinggal pulih dan kembali ke tingkat performa yang membuatku bisa melaju dengan baik," lanjut dia seperti dikutip Autosport.
Pemuda berusia 23 tahun itu sendiri tidak membantah kalau rasa frustrasi tengah melanda. Namun, ketidakpuasan itu lahir karena kondisi tubuh yang sudah membuatnya tidak bisa tampil maksimal di beberapa seri terakhir.
"(Masa istirahat) ini adalah satu-satunya kemungkinan yang bisa aku lihat. Aku meyakinkan diriku bahwa aku harus menyingkir sepenuhnya untuk beberapa waktu dari apa yang aku kerjakan: aku harus istirahat dari membalap."
"Hal yang paling bikin frustrasi adalah tidak bisa mengendarai motorku dengan sempurna. Itu buruk buatku, buat tim, buat Ducati. Situasi ini sulit untuk semuanya," papar Stoner.
(krs/key)











































