Tahun depan, Spies akan memperkuat salah satu tim MotoGP yakni Tech 3 Yamaha. Ia akan mendampingi pembalap senior Kevin Edwards.
Pada 4 September Yamaha menyatakan telah mengontrak Spies untuk World Super Bike ChampionshipΒ (WSBK) 2010 sebelum mengirimnya ke MotoGP di tahun 2011. Namun, performa bagusnya di musim ini membuat Yamaha mempercepat kepindahan pria 25 tahun itu ke MotoGP.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Menurut saya, gaya balapan di MotoGP sangat mirip dengan gaya di kelas 250 cc. Mantan pembalap 250cc seperti Jorge Lorenzo, Dani Pedrosa, Casey Stoner, dan mungkin Marco Simoncelli tahun depan, memiliki keuntungan berupa pengalaman dibanding mantan pembalap Super Bike," tambah juara bertahan MotoGP itu.
Menurut Rossi, dari kelas 250 cc, pembalap juga bisa belajar melintas di sirkuit-sirkuit yang juga digunakan untuk perlombaan MotoGP. Sementara pembalap Super Bike hanya berkesempatan dua atau tiga kali membalap di sirkuit yang sama dengan yang digunakan di MotoGP.
"Jadi menurut saya eks pembalap Super Bike akan lebih sulit untuk menjadi yang terbaik di MotoGP bila dibanding alumni 250cc, terutama di awal karir," lanjut rider tim FIAT Yamaha itu.
Meski begitu, Rossi tetap menyambut positif kedatangan Spies. "Keputusannya untuk pindah langsung ke MotoGP saya pikir tepat. Ia masih sangat muda dan memiliki satu tahun ekstra untuk belajar dan memahami motor MotoGP. Ia akan menjadi rival kuat di waktu mendatang."
"Mungkin bagi Spies semua tinggal soal waktu saja, karena ia masih muda. Menurut saya, dia satu-satunya pembalap Super Bike yang mampu menang di MotoGP," tuntas pembalap berjuluk The Doctor itu.
(nar/a2s)











































