Kali terakhir Stoner memetik kemenangan adalah di MotoGP Italia pada akhir Mei lalu. Setelah itu pemuda Australia itu lebih sering tercecer dari dua seteru utamanya, Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo.
Titik terendahnya adalah saat dia terpaksa absen tiga balapan karena sakit misterius yang menimpanya. Tapi Stoner kemudian membuktikan kalau kini dia siap bertarung lagi di papan atas dengan kondisi fisik yang jauh lebih baik. Setelah jadi runner up pada balapan comeback-nya, beberapa jam lalu dia jadi juara di kandang sendiri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilanjutkan jagoan Ducati itu, kemenangan di Phillip Island sudah bisa dia prediksikan sebelumnya lantaran sukses besar yang diraih di MotoGP Portugal. Peluang tersebut makin lebar terlihat karena Lorenzo mengalami kecelakaan dan harus out di tikungan pertama.
"Comeback di Portugal memberi kami hasil yang bagus. Saat itu Jorge sangat cepat, tapi kami juga punya kecepatan untuk memenangi balapan. Saya sungguh bangga dengan tim sehingga kami bisa kembali dengan cepat (dalam persaingan). Setelah pemanasan di Portugal, balapan ini merupakan cerita lanjutannya."
"Kami kesulitan di sepanjang akhir pekan ini terkait daya grip belakang. Kami berusaha membuat motor sedikit berbelok saat di tikungan, tapi saya pikir semua orang mengalami masalah yang sama. Kami melakukan terbaik yang bisa kami lakukan dalam balapan. Motor ini bekerja dengan sangat baik," pungkas rider 24 tahun itu.
(din/mrp)










































