Diwartakan sebelumnya, Rossi dalam sebuah wawancara dengan BBC mengungkapkan bahwa ia belum pasti terus bersama Yamaha. Dan keputusan tim 'Garpu Tala' terhadap Lorenzo bisa memengaruhi pikirannya.
"Itu cuma persoalan interpretasi jurnalistik," elak Rossi mengenai ultimatum itu seperti dikatakannya kepada Gazzetta dello Sport yang dikutip Autosport.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam 'ultimatum' kepada Yamaha tersebut, Rossi sempat mengatakan bahwa bila tim tidak menginginkannya lagi, ia akan hijrah ke Ducati, tim yang kebetulan berasa dari negaranya, Italia.
"Itu wawancara yang lama, dan di satu titik saya ditanyai tentang alternatif yang ada. Jadi saya berkesimpulan, dan bilang bahwa Ducati itu salah satu opsi. Saya pikir itu pemikiran yang realistis," kata Rossi.
Rossi telah meneken perpanjangan kontrak bersama Yamaha hingga 2010, demikian juga batas akhir kontrak Lorenzo. Alhasil, muncul perdebatan tentang siapa yang akan lebih dipilih Yamaha.
"Tapi saya ulangi, saya merasa nyaman di Yamaha dan saya ingin lanjut bekerja bersama mereka. Apakah saya ingin terus memakai motor mereka? Iya. Bahkan saya mungkin masih terus selepas 2010. Kemungkinan terbesar bersama Yamaha," ujar dia.
Rossi mengaku takkan memengaruhi Yamaha tentang siapa yang bakal terpilih. Pembalap 30 tahun itu tak merasa terancam dengan seorang rekan setim yang menjadi pesaingnya seperti halnya Lorenzo.
"Saya tak punya pengaruh dalam memilih rekan setim. Jelas, pabrikan akan senang punya dua pembalap bagus. Itu bisa jadi positif untuk pembalap juga karena ada motivasi di dalam kompetisi," tandas Rossi.
(arp/krs)











































