'Suzuki Wajib Menyesal Lepas Spies'

'Suzuki Wajib Menyesal Lepas Spies'

- Sport
Rabu, 09 Des 2009 16:28 WIB
Suzuki Wajib Menyesal Lepas Spies
Jakarta - Performa Suzuki di ajang MotoGP musim lalu belum bisa dibilang menjanjikan. Padahal tim ini dinilai akan dapat berbicara banyak jika menggaet Ben Spies di awal musim 2009.

Suzuki kembali tidak berdaya menghadang perlawanan berat dari Yamaha, Ducati dan Honda di tahun ini. Loris Capirosi dan Chris Vermeulen hanya puas di urutan sembilan dan 12 klasemen akhir.

Kondisi itu malah lebih buruk jika dibanding performa keduanya di musim 2008 yang juga tidak cukup memuaskan, juga di urutan delapan dan 10.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut juara dunia MotoGP tahun 1993, Kevin Schwantz, Suzuki sebenarnya memiliki memiliki potensi untuk membenahi prestasinya jika tim tersebut berani mengontrak Spies di awal musim 2009.

Spies sendiri pernah menjajal kerasnya kelas para raja bersama Suzuki sebagai pembalap wild card di musim 2008 dan sukses mendulang 20 poin dari tiga kali penampilannya.

Lantas apa ganjaran Spies dari penampilan ciamiknya itu? Alih-alih mendapat kontrak MotoGP, untuk ajang World Superbike (WSBK) dia tidak mendapat tawaran dari Suzuki.

Beruntung bagi Spies, Yamaha Tech 3 cukup jeli dalam melihat bakatnya dan menawarinya kontrak di WSBK.Β  Pembalap asal Amerika Serikat ini pun menjawab tuntas kepercayaan Yamaha dengan menjadi juara di musim debutnya.

Spies pun langsung diangkat ke kelas MotoGP untuk musim 2010 bertukar tempat dengan James Toseland yang juga bestatus sebagai jawara WSBK namun gagal di kasta tertinggi.

"Saya yakin Paul Dennings (bos Rizla Suzuki) saat ini sedang menggaruk-garuk kepala dan sedang memikirkan alasan untuk permakluman," tutur Schwantz di MCN.

"Ben telah berada di Suzuki sejak 16 tahun dan tidak ada yang benar-benar dilakukan untuk mengakomodasinya. Saya pikir titel Superbike yang didapatnya itu bukan kebetulan," sambungnya.

(din/nar)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads