Lorenzo tampil sangat meyakinkan di musim pertamanya bergabung dengan Fiat Yamaha pada kelas MotoGP. Duduk di posisi empat setelah mengumpulkan 190 poin dan dapat satu kemenangan, rider Spanyol itu kemudian dikukuhkan sebagai Rookie of The Year.
Tapi perjuangan Lorenzo jelas jauh dari mudah. Salah satu kendala yang sering mendatanginya di musim 2008 tersebut adalah seringnya dia terjatuh. Dari 18 balapan di sepanjang musim, Lorenzo tercatat empat kali gagal finis dan terpaksa absen tampil di Catalunya akibat cedera patah pada kedua pergelangan kaki yang didapat di China.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setelah kecelakaan dahsyat yang keempat, yang terjadi dalam sesi latihan di Barcelona, saya hampir memecahkan kepala saya. Saya mengalami benturan keras di sisi kepala, dan sampai dua hari saya tak bisa mengingat siapa saya. Saya serius, saya tak ingat nama saya atau apa yang saya lakukan. Itu sebuah pukulan besar."
"Saat saya bisa mengingat kembali siapa saya dan apa yang telah terjadi, saya memutuskan untuk berhenti membalap. Tidak, bahkan lebih dari itu. Saat itu saya bilang kalau saya terus melanjutkan membalap maka saya akan membunuh diri saya sendiri," kisah Lorenzo.
Diakui pembalap 22 tahun tersebut kejadian tersebut membuatnya merasakan ketakutan untuk kali pertama sejak menggeluti dunia balap. Lorenzo butuh menjalani beberapa balapan Untuk mengembalikan kepercayaan dirinya yang sudah hilang sama sekali.
"Saat saya menyadari siapa saya dan kembali ke atas motor, pikiran (soal pensiun) tersebut tiba-tiba menghilang. Terimakasih pada pikiran manusia yang terkadang berganti dengan cepat. Namun bagai mana pun juga, saya berjanji pada diri sendiri untuk melakukan pendekatan yang berbeda saat membalap," tutup runner up musim 2009 itu.
(din/din)











































