Seri GP Afsel Pekan Terbaik Rossi

Seri GP Afsel Pekan Terbaik Rossi

- Sport
Senin, 19 Apr 2004 06:02 WIB
Jakarta - Pekan ini tampaknya boleh didaulat sebagai pekannya Valentino Rossi. Bagaimana tidak, Rossi mampu menjadi yang terbaik di keseluruhan seri GP Afrika Selatan, sejak sesi latihan hingga lomba. Mungkinkah ini awal dominasi "The Doctor"?. Rossi berhasil membabat habis keseluruhan seri pertama musim balap 2004/05 ini. Sesi latihan dan kualifikasi hari pertama, ia tak terbendung. Demikian juga pada sesi latihan dan kualifikasi hari kedua, ia kembali menjadi yang tercepat dan meninggalkan para pembalap Honda, pabrikan yang sangat dominan musim lalu, di belakangnya. Hasil lomba hari ini membuktikan bahwa β€œThe Doctor” tetap yang terbaik di kelas MotoGP. Rossi mampu naik podium satu setelah menjungkalkan seterunya pembalap Camel Honda Max Biaggi dalam lomba yang ketat. Meskipun Rossi dan Biaggi memiliki sejarah rivalitas sendiri, namun bagi pembalap bernomor motor 46 itu kemenangan di balapan pembuka musim ini terasa lebih manis karena ia berhasil mengalahkan tim yang ditinggalkannya yaitu Honda. Tak heran ia terlihat sangat emosional ketika memasuki finish. Menangis memang bukan sesuatu yang biasa buat seorang entertainer seperti Rossi. β€œSangat sulit untuk menggambarkan perasaan saya saat ini. Pekan ini mungkin menjadi pekan terbaik sepanjang karir saya. Saya telah membalap dengan sangat ngotot, dan saya mampu bersaing dengan sangat baik melawan Max (Biaggi), pertandingan berjalan dengan seru dan saya harus berterima kasih kepada semua orang,” tutur pembalap berusia 25 tahun itu dalam konferensi pers sesaat seusai balapan. Kemenangan yang ditorehkan Rossi dalam seri pertama di sirkuit Welkom sekaligus mencatatkan beberapa rekor atas namanya. Ia tercatat sebagai pembalap pertama yang mampu menjuarai seri pembuka bersama dua mesin motor yang berbeda. Ia pun menyamai rekor Barry Sheene (1976, 1977, 1978, 1979) yang memenangi seri pembuka empat kali berturut-turut. Rekor lain, untuk ke-23 kali berturut-turut ia berhasil naik podium. Padahal kala pindah ke Yamaha, banyak pihak menyangsikan kalau juara dunia tiga kali itu bisa cemerlang bersama Yamaha. Apalagi pabrikan asal Jepang itu punya rekor sangat buruk musim balapan lalu. Mereka tak sekalipun mampu merebut juara seri dan bahkan dikalahkan oleh pendatang baru Ducati. β€œFaktor Rossi, bukan Yamaha” tampaknya menjadi jawaban mengapa Yamaha bisa merebut seri pertama ini. Pasalnya Carlos Checa, rekan setim Rossi yang sama-sama membesut YamahaYZR-M1, hanya mampu finish di urutan kesepuluh. Meskipun tak menargetkan juara di musim pertamanya bersama Yamaha, namun untuk seseorang yang punya talenta besar seperti Rossi apa sih yang tak mungkin. Seperti yang pernah diakui pengagum Mick Doohan itu, balapan seri pertama akan menentukan langkahnya di lima belas seri berikut. Mungkinkan β€œThe Doctor” dominan lagi?. (mel/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads