Lorenzo Untouchable

Lorenzo Untouchable

- Sport
Senin, 01 Mar 2010 09:05 WIB
Lorenzo Untouchable
Bandung - Untuk kali keempat, Jorge Lorenzo berkunjung ke Indonesia. Untuk kunjungan terakhirnya di Bandung, Lorenzo benar-benar untouchable, alias tak bisa disentuh. Secara harfiah.

Lorenzo hadir di Bandung, Sabtu (27/2/2010) dan Minggu (28/2), atas undangan Yamaha dalam acara 'Bangga Indonesia Semakin di Depan'. Di Kota Kembang, pembalap Spanyol itu melakukan serangkaian kegiatan.

Sejak awal, yakni ketika Lorenzo mengikuti jumpa pers di Hotel Hilton, Sabtu (27/2), ketatnya penjagaan buat Lorenzo sudah terasa. Tidak cuma bisa mendekat secara fisik, wartawan pun diminta untuk tidak bertanya soal persaingan Lorenzo dengan rekan setimnya, Valentino Rossi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketatnya penjagaan kepada Lorenzo kian terasa saat acara gala dinner di tempat yang sama pada malam hari. Sekitar 500-an orang yang terdiri dari pelanggan, dealer, dan pihak-pihak lain, harus rela menjaga jarak dengan Lorenzo.

Kesempatan untuk berfoto dengan Lorenzo dilakukan berombongan. Para peserta gala dinner sejak awal diperingatkan untuk tidak menyentuh Lorenzo, terutama di bahu, lengan atau tangan, karena cedera yang masih membelit pembalap 22 tahun itu.

Setiap seusai dua shot foto, Lorenzo langsung digiring pihak keamanan. Ada sekitar enam anggota satuan keamanan yang memagari Lorenzo. Sementara para peserta gala dinner dipersilakan untuk mengambil hidangan masing-masing.

Hal ini sempat mengundang kekecewaan Icha, Agung dan Vicky, tiga orang peserta yang berasal dari SMK Wirakarya 1 Ciparay dan SMK Pasundan 1 Bandung.

"Kami kecewa nggak bisa berdekat-dekat dengan Lorenzo," ujar Icha saat berbincang dengan detiksport. Kalimat Icha dibenarkan oleh kedua rekannya.

"Kami diminta untuk jaga jarak, tidak boleh menyentuh atau salaman. Foto juga nggak bisa berdua saja, harus ramai-ramai," imbuh Icha yang terpilih mengikuti gala dinner setelah sukses menggelar pentas seni (pensi) di sekolahnya dengan disponsori Yamaha.

Dari pengamatan detiksport, penjagaan terhadap Lorenzo memang sangat ketat. Keinginan untuk mencegah insiden yang bisa memperparah cedera Lorenzo memang bisa dimengerti, tapi tidak dapat dibiarkannya fans berinteraksi dengan sang idola patut disayangkan.

Sebagai pembanding, penjagaan yang dilakukan terhadap manajer Arsenal, Arsene Wenger, saat berkunjung ke Kuala Lumpur tahun lalu, jauh kalah ketat.

Beberapa waktu lalu, kunjungan Valentino Rossi ke Jakarta pun melahirkan kekecewaan penggemar, juga akibat penjagaan yang sangat ketat.

Meski sempat kecewa, Icha, Agung dan Vicky pada akhirnya dapat tersenyum lebar karena di hari terakhir mereka berkesempatan berdekatan dengan Lorenzo meski lagi-lagi bersama belasan peserta lain yang terpilih.

Belasan penggemar yang beruntung tersebut mendapatkan helm spesial dengan tanda tangan Lorenzo di atasnya.


(arp/a2s)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads