Stoner selalu kalah atas Valentino Rossi di beberapa sesi uijicoba pra musim lalu. Baru di seri penutup yang dilakukan di Qatar, pembalap Australia itu mampu mencatatkan diri sebagai yang tercepat.
Hasil tersebut membuat kepercayaan diri pabrikan Italia itu membumbung tinggi. Apalagi di saat bersamaan Nicky Hayden juga mencatat hasil terbaiknya saat berhasil menjadi pembalap tercepat kelima.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat saya mencoba mesin barunya, itu seperti di dunia yang lain dan mengingatkan saya akan GP6, seri terakhir motor 990cc yang kami miliki. Dengan getaran mesin yang lebih lembut, itu juga membuat kami lebih mudah memahami performa ban belakang," papar tim manajer Ducati, Vittoriano Guareschi.
Stoner kalah bersaing dengan Rossi dalam dua musim terakhir MotoGP. Tahun lalu, juara dunia tahun 2007 itu bahkan harus terdepak ke posisi empat klasemen akhir, meski hasil tersebut banyak dipengaruhi cedera misterius yang sempat memaksanya absen beberapa seri.
"Itu menjadi sebuah pengembangan besar buat semua orang dan bukan hanya Stoner jika Anda melihat di catatan waktu. Casey bertahan di posisinya, tapi pembalap lain mendekati ke posisi atas dan ini jadu langkah yang bagus untuk pencitraan Ducati."
"Saya pikir mesin bertenaga besar ini akan punya performa yang lebih konsisten dan justru akan lebih baik jika grip-nya tidak sempurna dan dengan kondisi yang terus berubah-ubah. Pembalap akan lebih mudah menggunakan mesin ini," pungkas Guareschi seperti dikutip dari MCN.
(din/nar)











































