Dijagokan, Spies Memilih Realistis

Jelang MotoGP Qatar

Dijagokan, Spies Memilih Realistis

- Sport
Jumat, 09 Apr 2010 12:01 WIB
Dijagokan, Spies Memilih Realistis
Jakarta - Datang membawa status juara dunia Superbike, Ben Spies dijagokan langsung bicara banyak. Meski meraih hasil bagus di sesi ujicoba, rider Amerika Serikat itu tetap sadar akan statusnya sebagai rookie.

"Kita bisa saja meraih hasil bagus di sesi ujicoba, tapi saat Anda berada di lintasan (untuk balapan), Anda tak akan tahu dan Anda masih harus terus belajar," ujar Spies kepada wartawan jelang digelarnya seri pertama MotoGP.

Spies menjadi salah satu dari enam pembalap berstatus rookie musim ini. Dia menjadi yang paling diunggulkan untuk bisa langsung mendobrak ke papan atas karena dalam dua musim terakhir sudah beberapa kali menjajal motor 800 cc bersama Suzuki dan Yamaha meski cuma berstatus wild card dan pembalap pengganti.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal lain yang membuat namanya diprediksi bakal jadi pusat perhatian tentu status sebagai juara dunia Superbike. Sementara di sesi ujicoba pra musim, dia beberapa kali berhasil masuk posisi enam besar pembalap tercepat.

"Saat Anda meraih hasil bagus di ujicoba, orang-orang lantas memberi banyak tekanan pada Anda dan ingin hasil yang bagus. Itu sangat sulit sebagai rookie yang hanya ingin sekadar membalap di seri ini. Di tahun pertama orang akan bilang kalau kamu akan bisa 'melakukan ini' 'melakukan itu'. Itu berat," lanjut pembalap 25 tahun itu di MCN.

Kompetisi MotoGP musim ini juga disebut pembalap Monster Yamaha Tech 3 itu sebagai salah satu yang terberat dalam beberapa musim terakhir. Dari 17 pembalap yang berpartisipasi, sebagian besar pernah menjadi juara dunia meski di berbagai kelas berbeda.

"Saya membaca artikel yang menyebut kalau 13 dari 17 rider yang ada musim ini setidaknya pernah menjadi juara dunia. Itu kompetisi yang berat untuk diikuti," tutup Spies.
(din/a2s)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads