Cedera Rossi Lebih Parah dari yang Diketahui

Cedera Rossi Lebih Parah dari yang Diketahui

- Sport
Jumat, 04 Jun 2010 15:02 WIB
Cedera Rossi Lebih Parah dari yang Diketahui
Jakarta - Valentino Rossi kalah bersaing dengan Jorge Lorenzo di dua seri terakhir. Hasil tersebut diklaim datang karena cedera bahu yang dialami rider Yamaha itu lebih parah dari yang diketahui banyak orang.

"Situasi terkait cedera yang dia alami lebih serius dari yang semua orang bayangkan. Yang pertama, bahunya hampir mengalami dislokasi dalam kecelakaan, dan itu menyebabkan ketidakstabilan," ungkap dokter MotoGP Claudio Costa.

Rossi mengalami kecelakaan saat mengendarai motorcross pada April lalu. Meski mampu ikut di semua seri MotoGP setelah insiden tersebut, The Doctor beberapakali sempat mengeluhkan kondisi fisiknya yang tak maksimal saat berada di atas motor Yamaha.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saat dia kembali dari Le Mans, Valentino bilang ke saya kalau kondisi cederanya membuat dia tak nyaman. Dia menginginkan analisa lebih jauh pada cederanya. Kami melakukan resonansi magnetik yang mengungkap kondisi sesungghnya. Valentino ingin membalap dengan kondisi terbaik yang mungkin dia rasakan di Mugello."

"Valentino bukan tipe orang yang suka mencari alasan, tapi dia menderita. Faktanya, saya justru mengucap selamat padanya karena masih punya semangat juang yang hebat namun dengan tetap tak banyak mengeluh soal segala hal," pungkas Costa.

Cedera tersebut tak pelak membuat Rossi tampil kurang maksimal di beberapa race terakhir. Kepala kru Yamaha, Jeremy Burgess, membenarkan kalau kekalahan Rossi atas Lorenzo di Spanyol dan Prancis disebabkan kondisi bahunya yang cedera itu.

"Hasil telemtri jelas sekali menunjukkan kalau Rossi, dalam beberapa balapan terakhir, lebih pelan saat memasuki tikungan. Dia harus beradaptasi dengan posisi yang kurang efisien dan bahkan kadang mengendara hanya dengan satu tangan, demi mengistirahatkan tangan lainnya."

"Valentino tengah menderita, masalahnya ada di bahu, jadi kami membalap dalam kondisi terbatas," tutup Burgess. (din/a2s)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads