"Situasi terkait cedera yang dia alami lebih serius dari yang semua orang bayangkan. Yang pertama, bahunya hampir mengalami dislokasi dalam kecelakaan, dan itu menyebabkan ketidakstabilan," ungkap dokter MotoGP Claudio Costa.
Rossi mengalami kecelakaan saat mengendarai motorcross pada April lalu. Meski mampu ikut di semua seri MotoGP setelah insiden tersebut, The Doctor beberapakali sempat mengeluhkan kondisi fisiknya yang tak maksimal saat berada di atas motor Yamaha.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Valentino bukan tipe orang yang suka mencari alasan, tapi dia menderita. Faktanya, saya justru mengucap selamat padanya karena masih punya semangat juang yang hebat namun dengan tetap tak banyak mengeluh soal segala hal," pungkas Costa.
Cedera tersebut tak pelak membuat Rossi tampil kurang maksimal di beberapa race terakhir. Kepala kru Yamaha, Jeremy Burgess, membenarkan kalau kekalahan Rossi atas Lorenzo di Spanyol dan Prancis disebabkan kondisi bahunya yang cedera itu.
"Hasil telemtri jelas sekali menunjukkan kalau Rossi, dalam beberapa balapan terakhir, lebih pelan saat memasuki tikungan. Dia harus beradaptasi dengan posisi yang kurang efisien dan bahkan kadang mengendara hanya dengan satu tangan, demi mengistirahatkan tangan lainnya."
"Valentino tengah menderita, masalahnya ada di bahu, jadi kami membalap dalam kondisi terbatas," tutup Burgess. (din/a2s)











































