Seri GP Catalunya 14 Juni saat itu tengah memasuki lap terakhir di mana Lorenzo berada di urutan terdepan dan rekan satu timnya di FIAT Yamaha, Valentino Rossi, menguntit ketat di belakangnya.
Sial bagi Lorenzo kemenangan yang sudah di depan sirna karena di tikungan terakhir menuju garis finis Rossi menyalipnya! Akhirnya Italiano itu jadi juara, sedangkan Lorenzo harus puas jadi runner-up.
Kini setahun berselang nasib baik menaungi pembalap asal Spanyol itu. Di sirkuit yang merupakan kampung halamannya itu Lorenzo dengan akhirnya jadi rider pertama yang melihat bendera finis.
"Tentu saja ini sangat spesial. Tahun lalu aku senang bisa finis di posisi kedua namun tidak sepenuhnya senang juga karena Valle menyalipku di tikungan terakhir. Aku puasa akhirnya aku bisa menang di rumahku sendiri," ungkap Lorenzo di Autosport.
Kemenangan yang diraih Lorenzo ini pun bisa dibilang tak mudah-mudah amat sebab sedari awal, Andrea Dovizioso selalu membuntutinya. Meski akhirnya rider Repsol Honda itu terjatuh dan Lorenzo dengan mulus mengakhiri lomba tanpa hambatan berarti dari para pesaingnya.
"Ini adalah balapan yang sangat sulit karena temperatur di sini sangat panas dan ban depanku sering slip," tukas Lorenzo.
"Dovizioso membuntutiku terus hampir sepanjang balapan dan dia terus memepetku dengan ketat. Aku kira ini bakal berlangsung terus hingga lap terakhir... Tapi dia terjatuh dan aku menang," pungkasnya.
Kemenangan ketiga beruntun Lorenzo ini membuat pembalap 23 tahun itu kokoh di puncak klasemen dengan 165 poin dari tujuh seri berlalu.
(mrp/a2s)











































