Mencatatkan pole, Lorenzo langsung kehilangan posisi itu saat balapan, Senin (26/7/2010) dinihari WIB, benar-benar dimulai. Sempat terdorong beberapa posisi ke belakang, Lorenzo akhirnya bisa membenahi laju.
Setelah melewati pembalap yang ada di depannya, Lorenzo berhasil membuntuti Dani Pedrosa yang saat itu memimpin. Si rider Yamaha lantas berhasil jadi pembalap terdepan setelah Pedrosa terjatuh. Posisi pertama ini dia jaga sampai akhir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemenangan Lorenzo sendiri dinodai sebuah insiden. Ketika berdiri di podium teratas beberapa saat sebelum penyerahan piala, pihak penyelenggara salah memutar lagu.
Alih-alih memutar lagu kebangsaan Spanyol, negara asal Lorenzo, yang kemudian terdengar malah lagu kebangsaan Italia, negara asal Valentino Rossi, rekan setim Lorenzo yang finis ketiga.
Saat itu Lorenzo terlihat bingung, kendati tetap pamer senyum. Dengan mimik muka menggelitik, dia menoleh ke arah kiri di mana Rossi berada. Keduanya sama-sama angkat bahu sambil menahan tawa sebelum akhirnya sesi pemutaran lagu kebangsaan diulang.
Akan tetapi, ini tak mengurangi kebahagiaan Lorenzo. Dia mungkin boleh start dengan kurang oke dan lagu kebangsaannya pun salah diputar. Tapi karena kemenangan itu kian mengukuhkannya di pucuk klasemen, Lorenzo tak ayal senang bukan kepalang.
"Itu semua berakhir bagus usai awal buruk karena aku tercecer ke posisi empat dan tak paham kenapa, karena aku pikir startku bagus."
"Ini adalah kemenangan luar biasa," tutup Lorenzo.
(krs/roz)










































