Pasca balapan MotoGP Republik Ceko akhir pekan lalu, Rossi mengonfirmasi akan meninggalkan Yamaha akhir musim ini. Dia sekaligus mengumumkan kalau sedari musim 2011 akan membela panji Ducati.
Keputusan pembalap 31 tahun tersebut boleh jadi dinilai miring banyak orang. Masalahnya, Rossi selama ini sudah oke bersama Yamaha dan jelas akan butuh adaptasi lagi untuk bisa tampil prima bersama Ducati.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya pikir Valentino adalah tipe orang yang tahu harus bagaimana saat mengambil keputusan macam ini. Saat dia meninggalkan Honda ke Yamaha, semua orang bilang dia sudah habis karena Yamaha saat itu sedang dalam kondisi buruk," ujar Roberts kepada MCN.
"Tapi dia tahu mengenai pengembangan mesin dan Sesuatu yang Spesial yang tak diketahui orang lain. Saya pikir dia sudah menghitung risikonya, tapi tak diketahui oleh orang lain, termasuk diri saya sendiri," nilai dia.
Risiko, imbuh Roberts, selalu lekat dengan karir Rossi. Namun, sejauh ini si juara dunia sembilan kali --enam di kelas MotoGP-- terbukti tetap mampu menaklukkan risiko-risiko yang ada.
"Dia tentu harus mengajak serta beberapa orang dengannya, dan Ducati juga harus memberikan komitmen penuh bahwa mereka memiliki kemampuan untuk melakukan perubahan yang dia inginkan dan punya hasrat untuk melakukannya. Takkan berjalan tanpa hal-hal itu," lugas Roberts.
(krs/roz)











































