Balapan di Aragon akhir pekan lalu berlangsung buruk bagi Lorenzo. Untuk pertama kalinya pembalap Yamaha itu finis di luar podium. Selanjutnya rider 23 tahun itu menyebut dirinya dalam periode yang rumit.
Pasca kualifikasi MotoGP Aragon, Lorenzo mengungkapkan adanya masalah dari segi power. Kini hal serupa disebutnya sebagai penyebab kegagalan meraih poin maksimal di balapan kemarin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pembalap asal Spanyol itu selanjutnya menyoroti performa motor yang dinilainya tidak bisa maksimal di lintasan lurus.
"Di setiap lintasan lurus, kami ketinggalan beberapa meter. Jika traksi tidak maksimal dan kami tidak memiliki poin positif (keunggulan poin dari lawan), maka tidak mungkin untuk melakukan perbaikan. Begitulah fakta yang saya jalani di Aragon. Namun saya menilai , dengan mesin yang sama, di sirkuit lain kondisinya masih bisa lebih baik," jelas dia.
Di sisa balapan musim ini, Lorenzo berencana menggunakan mesin keenam atau mesin terakhirnya. Meski tidak yakin bahwa mesin keenam bakal seusai keinginannya, rider bernomor 99 itu berharap 'senjata terakhir' tersebut bakal memberikan hasil positif sesuai harapan.
"Mungkin kami hanya menggunakan mesin itu untuk balapan. Mungkin mesin keenam mulai kami pakai di Motegi."
"Saya ingin mesin itu memiliki kekuatan 30 horsepower. Namun saya pikir keinginan tidak mungkin terwujud."
"Ya memang ada risiko yang harus kami tanggung ketika motor tidak maksimal di lintasan lurus. Sudah jelas bahwa Yamaha sekarang bukanlah motor yang terkuat. Namun, kami juga tidak buruk-buruk amat. Saya ingin kembali ke kemenangan meski itu sulit," pungkasnya.
(nar/arp)











































