MotoGP di tahun 2003 dan 2004 diramaikan oleh persaingan antara dua pembalap: Rossi dan Gibernau. Rivalitas sengit di antara keduanya menghasilkan The Doctor sebagai juara dunia.
Selanjutnya di tahun 2008, Rossi kembali muncul di persaingan perebutan gelar juara. Kali ini pesaing terberatnya adalah Casey Stoner. Hasilnya VR46 kembali menjadi yang terbaik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sikap yang seperti itu sudah pernah Valentino tunjukkan di waktu lalu, terhadap Gibernau dan Stoner. Sekarang giliran saya, namun saya tak sepreti mereka berdua," seru Lorenzo seperti dikutip dari Autosport.
Lorenzo ketika itu mengeluhkan tindakan Rossi. Dalam perkembangan selanjutnya Yamaha memberikan teguran kepada rider asal Italia tersebut.
Seiring dengan semakin dekatnya akhir musim ini, maka sisa balapan bakal semakin intens. Lorenzo yang kini berada di puncak klasemen sementara menyatakan siap pertarungan-pertarungan serupa yang boleh jadi bakal kembali muncul di seri-seri berikutnya.
"Jika kami harus bertarung satu lawan satu demi gelar juara, saya akan melakukan hal tersebut seperti cara Rossi," tegas rider bernomor 99 itu.
Lorenzo sendiri mengakui bahwa aksi agresif Rossi memang tidak perlu dikenai hukuman. Meski begitu aksi tersebut sudah hampir melewati batas toleransi. Pembalap Spanyol itu berharap agar juara bertahan MotoGP "menahan diri" karena ini juga demi kebaikan tim.
"Tabrakan di antara kami akan memberikan hadiah pada Honda dan Ducati. Selain itu juga akan mendatangkan risiko terhadap kesempatan saya untuk menjadi juara. Saya bertarung untuk gelar juara dan juga gelar konstruktor," tuntas pembalap 23 tahun itu.
(nar/key)











































