"Kami dapat berharap motor dapat bekerja dengan baik di sana. Kami telah memberikan 120 persen sepanjang musim ini tapi hanya dua balapan terakhir kita mendapatkan hasil dari itu," ucap Stoner beberapa hari sebelum balapan.
Ucapan tersebut menyiratkan harapan dirinya bisa mengulangi sukses di Aragon dan Motegi di mana ia menjadi juaranya. Tapi, jangankan menjadi juara, finis pun tak mampu dilakukan Stoner di Sepang. Ia tergelincir di akhir lap pertama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya menghadapi balapan dengan keyakinan meraih hasil bagus. Kami tahu, kami akan berada di depan menjadi calon pemenang dan melihat balapannya, hal itu bisa dibenarkan. Saya tahu, saya punya kecepatan untuk berada di depan."
Stoner kemudian mengungkapkan penyebab dirinya out dari balapan. Ia menyebut, temperatur bannya tak cukup panas sehingga akhirnya ia pun tergelincir ketika berada di dalam posisi, yang menurutnya, sangat menguntungkan.
"Saya bersikap tenang di lap pertama. Saya mendapatkan posisi bagus di dua tikungan awal. Ketika saya berada di belakang (Andrea) Dovizioso dan (Jorge) Lorenzo, saya senang berada di sana dan saya membiarkan temperatur ban naik."
"Sayangnya, saya terjatuh karena ban saya tak cukup panas, tapi saya tak bisa berpikir saya bisa lebih tenang dari itu. Saya kecewa karena satu hal kecil bisa menghancurkan keseluruhan akhir pekan," tandasnya.
(roz/a2s)











































