Lorenzo sebenarnya hanya butuh finis di posisi sembilan untuk bisa menjadi juara dunia. Namun, dalam balapan di Sirkuit Sepang, Minggu (10/10/2010), ia finis di urutan tiga. Poinnya pun bertambah menjadi 313 dan sudah tak bisa dikejar Dani Pedrosa yang tengah cedera.
Gelar ini bak melengkapi torehan prestasinya di kelas 250cc, di mana ia dua kali menjadi juara pada 2006 dan 2007. Pada 2008, ia bergabung dengan Yamaha, dan kendati pada tahun pertamanya ia kerap crash, Lorenzo tetap mampu menapak naik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tapi, menggambarkan bagaimana perjalanan karirnya sampai menjadi juara dunia tampaknya lebih mudah bagi pemuda 23 tahun ini. Lorenzo tak malu-malu mengakui bahwa dirinya banyak dinaungi keberuntungan selama ini.
Bahkan, kalau mau jujur, keluarnya ia sebagai juara tahun ini sedikit banyak "terbantu" oleh cederanya Valentino Rossi dan Pedrosa. Tapi, jangan lupakan juga konsistensinya. Tahun ini Lorenzo memenangi tujuh dari 15 balapan yang sudah berjalan, dan dia naik podium pada 13 di antaranya.
"Dalam karir membalap saya, tak banyak menerima nasib buruk, selalu hal-hal bagus yang terjadi," akunya.
"Saya memiliki motor yang bagus dan orang-orang hebat yang memberikan kesempatan besar untuk memenangi lomba. Ini sesuatu yang sangat saya hargai," tukasnya.
Entah keberuntungan atau bukan jika akhirnya dia menjadi juara dunia. Apa pun itu, selamat, Jorge!
(roz/a2s)











































