Semenjak pensiun dari balapan pada tahun 1993, Rainey tetap menjadi pengamat setia MotoGP. Ia pun tidak absen menyimak jalannya balapan musim ini, yang lantas dimenangi oleh Jorge Lorenzo.
Berakhirnya balapan musim 2010 juga menandai selesainya kerjasama beberapa pembalap dengan pembalapnya. Rossi, misalnya, yang hijrah dari Yamaha ke Ducati.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ia akan ada di (atas) sana. Jika Rossi memiliki hasrat dan naluri yang ia tunjukkan di masa lalu, ia akan ada di sana. Toh ia tetaplah pembalap yang sama, ia takkan lupa bagaimana cara melakukannya. Maksudku ia dalam kondisi prima," tegas Rainey di Sportrider.
Usia Rossi, imbuh Rainey, juga takkan jadi penghambat lajunya nanti karena kualitas yang ia miliki masih memungkinan Rossi untuk jadi jawara. Pun jika Rossi hanya bisa finis di posisi tiga klasemen akhir musim lalu, itu lebih dikarenakan Yamaha sendiri yang memiliki dua pembalap hebat di tim yang sama.
"Aku pikir saat musim ini ia cedera, itu sudah menghambatnya. Ada Lorenzo di motor yang sama, jadi ada tim yang sama yang sedang memburu titel juara perdananya. Apakah itu pertarungan yang adil? Aku pikir tidak."
"Semuanya adil sampai dengan Rossi bikin kesalahan itu. Dan apa yang membuatnya bikin kesalahan? Mungkin sedikit karena (memikirkan) rekan setimnya. Jadi kali ini ia sudah pasti berpikir dengan cara sedikit berbeda. Semua tergantung Rossi," simpul Rainey.
(krs/a2s)











































