"Aku memang menginginkan perubahan. Selama tiga tahun aku punya kenangan-kenangan baik dengan LCR Honda. Tapi bagian terakhir musim 2010 sulit. Aku sangat ingin menunggangi Ducati atau Suzuki. Suzuki mustahil, tapi Ducati sebuah tantangan buatku, dan aku sangat senang di Pramac," ungkap De Puniet dilansir Crash.
Pembalap 29 tahun itu sempat tampil impresif sampai pertengahan musim ini. Dari delapan seri pertama ia lima kali masuk posisi enam besar, termasuk finish di urutan keempat di Catalunya, yang mana itu merupakan pencapaian terbaiknya.Β
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di akhir musim ia menduduki peringkat sembilan klasemen. Bagaimanapun itu adalah kedudukan terbaiknya selama lima musim berkiprah di MotoGP, termasuk di dua musim pertamanya bersama Kawasaki.
"Aku ingin 2011 menjadi tahun terbaikku, lebih tinggi dari pencapaian-pencapaianku sebelumnya. Aku ingin jeadi pembalap satelit pertama dan mengalahkan banyak pembalap-pembalap pabrikan. Aku cukup yakin. Sekarang aku hanya perlu menunggu dua-tiga balapan untuk melihat sejauh mana perkembanganku," lanjut De Puniet.
"Mungkin beberapa pembalap perlu waktu lebih banyak untuk beradaptasi dengan motor-motor baru mereka. Tapi buatku, aku yakin akan 100 persen di (seri pembuka 2011) di Qatar."
(a2s/key)











































