Pada dua sesi ujicoba yang digelar di Sirkuit Sepang di bulan Februari lalu Ducati tertinggal jauh dari para pesaingnya. Saat Honda tampil mendominasi dengan selalu menempatkan pembalapnya di posisi terdepan, Valentino Rossi dua kali duduk di posisi 11 catatan waktu keseluruhan. Sementara Nicky Hayden berturut-turut menempati urutan delapan dan 12.
Hasil tersebut menjadi indikasi buruk buat Ducati mengingat balapan pertama tak sampai dua pekan lagi digelar. Apalagi Rossi sempat mengeluhkan setingan Desmosedici GP11 yang dianggapnya belum maksimal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tes terakhir di Sepang menarik untuk kedua pembalap. Kami bisa mencoba setingan berbeda, tapi sangat penting untuk melanjutkan lebih banyak tes. Tes terakhir di Qatar akan menjadi awal untuk menuntukan tujuan yang lebih baik," sahut tim manajer Ducati Marlboro Team, Vittoriano Guareschi.
Satu hal yang membuat Guareschi tetap memandang optimistis peluang Ducati adalah mulai terciptanya kesepahaman antara Rossi dengan Jeremy Burgess tentang arah pengembangan dan seting motor.
"Motor Valentino menjadi lebih mudah untuk dikendalikan dan dia bersama Jeremy Burgess semakin saling memahami antara satu dengan lainnya. Tapi itu tak berarti kami tak butuh lebih banyak pengembangan dan ujicoba," tuntas Guareschi di AS.
(din/krs)











































