MotoGP Italia
Rossi Kembali Naik Podium Juara
Minggu, 06 Jun 2004 20:37 WIB
Jakarta - Valentino Rossi bangkit di kandangnya sendiri, Italia. Lewat pertarungan yang amat ketat juara dunia tiga kali itu berhasil mengalahkan Sete Gibernau, meskipun red flag sempat menghambatnya.Kemenangan Rossi pada MotoGP Italia, Minggu (6/6/2004) , ini tergolong dramatis β selain momen bendera merah tersebut. Pertama, dalam dua seri terakhir di Jerez dan Le Mans ia tidak kebagian podium. Kedua, ia juga punya misi menjaga reputasi pembalap Italia yang musim lalu ketiga wakilnya berjaya di Mugello. Ketiga, di sini titik lemah Rossi justru begitu transparan.Yamaha tunggangan βThe Doctorβ ternyata sangat mudah dikejar di trek lurus. Itu sebabnya ia berkali-kali dipecundangi dengan telak di titik yang sama oleh beberapa rivalnya dari Honda, yakni Gibernau, Makoto Tamada, dan Biaggi.Tapi di sinilah letak kepiawaian Rossi. Kelemahan YZR-M1 di trek lurus ia tutupi dengan kehebatannya di tikungan. Setiap kali disusul lawan, ia segera membalasnya di trek-trek berbelok. Rossi mengawali balapan dengan merebut posisi terdepan usai lampu hijau menyala. Ia pertama kali kehilangan keunggulannya di lap kelima ketika disalip Tamada. Ia memang bisa merebutnya lagi tak sampai satu lap kemudian, tapi sejak itu pimpinan lomba sering berganti-ganti.Tamada adalah orang pertama yang begitu mengancam Rossi. Di lap keenam ia dua kali menyusul sang juara dunia β tentu saja di trek lurus. Sementara itu Sete, yang semula tercecer di posisi ketujuh sudah tiba di urutan ketiga dengan mendahului Biaggi.Gibernau, yang mengusai tiga dari empat sesi sebelum balapan, malah berhasil mengalahkan Rossi untuk pertama kalinya di lap 8 dengan kecepatan 331 km/jam, juga di trek lurus panjang.Sampai lap 13 kejar-kejaran di antara empat pembalap berlangsung sangat menarik. Penonton rasa-rasanya belum bisa menebak siapa di antara Gibernau, Rossi, Tamada, dan Biaggi yang bakal menyentuh garis finish pertama.Tapi rivalitas tersebut berkurang satu ketika motor Honda Tamada mengalami kerusakan mesin di lap 13. Ia kesal bukan main dan memukul-mukul RC211V-nya. Padahal, sejauh itu pembalap Jepang tersebut boleh dibilang bintangnya balapan.Jika Tamada kecewa, rekan senegaranya Shinya Nakano nyaris celaka. Beberapa saat sebelum Tamada out, ia terpelanting dari motornya. Tubuhnya terpental-pental dan terjungkal-jungkal dari aspal sampai terhenti di pagar pembatas. Beruntung, ia dikabarkan tidak mengalami cedera serius.Kembali ke front terdepan, Gibernau dan Rossi masih berkejar-kejaran, silih berganti melakukan overtake. Bahkan keduanya hampir bersenggolan! Tak terhitung berapa kali mereka susul-menyusul. Sedang seru-serunya, tiba-tiba balapan harus dihentikan karena bendera merah (red flag) dikibarkan, menyusul awal hitam yang menyerbu Mugello dan memuntahkan titik-titik air di sebagian trek. Momen ini tampaknya merugikan Rossi karena saat itu ia mulai berada di atas angin dengan keunggulan ban tipe keras, sedangkan Gibernau medium. Regulasi tahun ini menyebutkan, jika red flag dikibarkan, balapan akan diteruskan dengan posisi terakhir menentukan posisi start. Aturan 75% putaran tidak berlaku lagi.Kecemasan kubu Rossi sempat terbukti ketika balapan dimulai lagi guna menyelesaikan enam lap terakhir. Di awal-awal sempat terjadi βkeanehanβ di mana Norick Abe dan Rubens Xaus tiba-tiba mampu berada di depan. Xaus, yang menunggangi Ducati, bahkan untuk pertama kali dalam karirnya berada di garis terdepan.Troy Bayliss juga sempat mengambil pimpinan lomba di lap 23. Rossi menguntit di urutan kedua, sewaktu hujan mulai reda. Di lap ini ia akhirnya berhasil menyalip Bayliss dan merintis lagi jalan menuju juara.Gibernau, meskipun mampu menempati posisi kedua lagi, terlanjur kehilangan jarak dengan Rossi, dan akhirnya harus puas menjadi runner up. Rossi menaiki podium juara lagi, atau yang kedua musim ini setelah di Afrika Selatan pada seri pembuka.Hasil MotoGP Italia, Minggu (6/6/2004):1 Valentino Rossi (ITA) Gauloises Fortuna Yamaha 12:06.803 2 Sete Gibernau (ESP) Telefonica Movistar Honda +0.361 3 Max Biaggi (ITA) Camel Honda Team +1.540 4 Troy Bayliss (AUS) Marlboro Ducati +1.782 5 Ruben Xaus (ESP) Ducati D'Antin +2.389 6 Alex Barros (BRA) Repsol Honda +2.446 7 Norick Abe (JPN) Fortuna Gauloises Tech 3 Yamaha +5.842 8 Loris Capirossi (ITA) Marlboro Ducati +6.228 9 Marco Melandri (ITA) Fortuna Gauloises Tech 3 Yamaha +6.461 10 Shane Byrne (GBR) Aprilia Grand Prix +7.198 11 Neil Hodgson (GBR) Ducati D'Antin +9.048 12 Colin Edwards (USA) Telefonica Movistar Honda +9.626 13 Nobuatsu Aoki (JPN) Proton Team KR +14.201 14 Alex Hofmann (GER) Kawasaki Racing +48.091 15 Michel Fabrizio (ITA) WCM +50.498 16 Jeremy McWilliams (GBR) Aprilia + 0'56"572 17 Andrew Pitt Moriwaki + 0'59"267 Kelas 250cc:1 Sebastian Porto (Arg) Aprilia 40:32.6722 Daniel Pedrosa (Spa) Honda + 6.1473 Manuel Poggiali (Smr) Aprilia + 8.415Kelas 125cc:1 Roberto Locatelli (Ita) Aprilia 40:13.1582 Casey Stoner (Aus) KTM + 0.1523 Hector Barbera (Spa) Aprilia + 0.197Klasemen 10 besar:1 Sete Gibernau (ESP) Telefonica Movistar Honda 86 2 Valentino Rossi (ITA) Gauloises Fortuna Yamaha 76 3 Max Biaggi (ITA) Camel Honda Team 72 4 Alex Barros (BRA) Repsol Honda 48 5 Carlos Checa (ESP) Gauloises Fortuna Yamaha 36 6 Colin Edwards (USA) Telefonica Movistar Honda 33 7 Loris Capirossi (ITA) Marlboro Ducati 28 8 Nicky Hayden (USA) Repsol Honda 27 9 Troy Bayliss (AUS) Marlboro Ducati 23 10 Marco Melandri (ITA) Fortuna Gauloises Tech 3 Yamaha 22 (a2s/)











































