Berdasarkan diagnosis yang dilakukan oleh Dr. Eusebio Sala Planell, seorang ahli bedah vaskuler, Pedrosa mengalami kompresi intermiten pada arteri subklavia. Keadaan ini menyebabkan rider asal Spanyol tersebut mengalami mati rasa dan kehilangan kekuatan pada lengan kirinya.
Ini bisa jadi merupakan efek samping dari patah tulang selangka yang dialami Pedrosa akibat kecelakaan dalam latihan MotoGP Jepang tahun lalu. Meski dia sudah dioperasi pada bulan Oktober 2010 silam, kondisinya belum 100 persen pulih.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tak pernah menyenangkan menjalani operasi, tapi kami sudah menghabiskan banyak waktu untuk mencari jawaban atas efek dari cedera ini dan saya lega akhirnya kami tahu apa yang terjadi," ujar Pedrosa, di situs resmi MotoGP.
"Sekarang, kami di Jerez. Saya ingin berkonsentrasi pada balapan dan bekerja dengan tim saya untuk mencari jalan terbaik untuk mempersiapkan balapan," imbuh rider 25 tahun ini.
"Balapan ini spesial, para penonton selalu di sana untuk memberi Anda poin ekstra dan saya harap itu membantu saya, seperti biasanya."
"Saya menyukai treknya. Saya selalu mendapat hasil bagus dan saya akan menghadapi akhir pekan dengan pikiran terbuka, mencoba melakukan yang terbaik dengan kondisi saya saat ini," tutupnya.
(mfi/mrp)











































