Dalam kompetisi MotoGP, Hayden tak termasuk pembalap yang diunggulkan, meski dia pernah jadi juara dunia pada tahun 2006. Performanya yang tak terlalu impresif sejak bergabung dengan Ducati jadi alasan utamanya.
Musim lalu, podium jadi barang mahal buat pemuda kelahiran Kentucky ini. Dia tercatat hanya mampu sekali naik podium, yakni saat menempati peringkat ketiga di Aragon.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sayang sekali hujan turun....ya, benar!" gurau Hayden, seperti dilansir Autosport.
"Sebenarnya, saya tak berpikir saya akan di sini (podium) dalam kondisi kering. Jadi, kami akan menerimanya dengan cara apa pun kami bisa mendapatkannya," sambung rider Amerika Serikat ini.
Hayden mengklaim motor Ducati jadi salah satu yang terbaik saat kondisi trek masih basah.
"Pada bagian awal kami benar-benar bagus. Saya pikir motor kami benar-benar kuat di lap-lap awal saat trek masih basah," katanya.
"Setelah trek mengering, itu jadi sulit, khususnya pada beberapa lap terakhir," imbuh pembalap 29 tahun ini.
"Terima kasih sebesar-besarnya untuk tim saya. Ini bukanlah start yang mudah buat kami dalam mengawali musim ini, tapi tim bekerja sangat keras, tiap orang berkomitmen penuh, dan semua sponsor kami dan semua orang di belakang saya," tuntas dia.
(mfi/krs)











































