'Spanyol Terbaik di Dunia'

Catatan dari Jerez

'Spanyol Terbaik di Dunia'

- Sport
Kamis, 07 Apr 2011 07:37 WIB
Spanyol Terbaik di Dunia
Jakarta - Dari pagi kawasan sirkuit Jerez sudah basah oleh titik-titik air dari langit. Namun hajatan jet darat roda dua di salah satu sirkuit top di Eropa itu tetap berlangsung gegap gempita, tak peduli orang-orang di sana harus berbasah-basah ria.

Detiksport dan rombongan wartawan yang diundang PT. Yamaha Kencana Motor Indonesia merapat ke sirkuit sekitar pukul 08.30. Perjalanan dari hotel tempat kami menginap di pusat kota Sevilla, menghabiskan waktu sekitar 50 menit.

Di jalan bebas hambatan, dalam cuaca mendung dan angin yang cukup dingin, motor-motor besar berseliweran, berbagi jalan dengan suporter yang menaiki kendaraan roda empat, untuk menyaksikan seri kedua MotoGP 2011 di sirkuit yang terletak di kawasan perbukitan di kota Jerez de la Frontera itu. Oya, di Eropa, jalan tol boleh pula digunakan oleh para pengendara sepeda motor besar, tapi tidak untuk skuter atau yang berbodi lebih kecil.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rute menuju sirkuit itu mengingatkan kami pada Sentul di Bogor, yang akses utamanya adalah melalui jalan tol. Bedanya, tidak tampak kemacetan yang dari bisa membuat orang mendesah "pasrah", melihat antrean kendaraan dari kejauhan. Rambu-rambu dan papan-papan informasi menuju sirkuit juga terpampang dengan jelas, sehingga calon penonton mudah mencapai di mana harus parkir, karena memang dibagi-bagi berdasarkan jenis tiketnya.

Beberapa kilometer dari sirkuit, terdapat lahan sangat luas yang digunakan fans MotoGP untuk berkemping-ria. Tenda-tenda dan mobil karavan berderet-deret dengan segala aktivitas orang-orangnya di sana, dari mulai bersenda gurau bersama teman-teman sampai membuat sarapan. Aroma "festival" begitu semerbak.

Di depan gerbang utama sirkuit, ribuan motor sport terparkir dengan sangat rapi. Benar-benar lautan sepeda motor. Dan harap catat, di sini semua biker bermotor dengan perlengkapan sempurna. Safety riding adalah sebuah keharusan, mulai dari jaket berbahan keras, helm, sarung tangan, sampai sepatu tinggi, baik yang mengendara maupun yang dibonceng.

Tak pelak Jerez penuh dengan "pembalap". Dandanan mereka tak kalah dengan para pembalap yang akan beraksi di atas lintasan. Tua-muda, laki-lak-perempuan, perorangan maupun keluarga, tumpah ruah di sana. Dan karena hujan rintik-rintik terus turun, payung-payung pun dikembangan, jas-jas hujan dikenakan, walaupun sebagian juga membiarkan kepala dan tubuhnya basah-- demi sebuah tontonan.

Gaya mereka pun unik-unik. Ada yang memakai kostum ala Valentino Rossi dengan nomor 46 dan jersey warna warni. Ada yang memakai baju bertuliskan jagoan-jagoan mereka. Banyak pula yang memakai wig kribo. Entah apakah itu simbol Rossi atau Marco Simoncelli.

"Dani Pedrosa!" cetus seorang penonton yang ditemui detiksport. "Saya suka dia. Orangnya low profile. Saya berharap kali ini dia bisa jadi juara," sambung pria berusia 27 tahun itu, yang mengaku berasal dari kota Cadiz.

Selama balapan, mulai dari kelas 125cc sampai MotoGP, jangan berpikir ratusan ribu orang di sana bergeming di tempatnya untuk menatap ke arah lintasan. Layaknya sebuah festival, aktivitas manusia-manusia di sana pun beragam. Yang paling lumrah adalah foto ini-itu, jepret sana-sini. Menyaksikan balapan kelas dunia adalah sebuah pengalaman yang menyenangkan.

Di areal sirkuit terdapat stand-stand jualan, mulai dari makanan-minuman sampai merchandise balapan, seperti t-shirt bergambar sirkuit Jerez dan replika baju-baju pembalap. Beberapa kedai juga menyediakan televisi besar untuk ditonton ramai-ramai oleh pengunjung, yang kebetulan sedang berada di sana dan sejenak meninggalkan tempat duduknya di sirkuit.

Di bagian belakang, terdapat "perkampungan" tim-tim peserta. Truk-truk besar berderet-deret rapi di belakang paddock tim masing-masing. Detiksport beruntung mendapatkan kemudahan untuk mengintip "bengkel" tim Yamaha Racing, mulai dari isi truk-truk Jorge Lorenzo dan Ben Spies, sampai masuk ke dalam paddock, menyaksikan persiapan awal tim saat sesi pemanasan.

"Selamat datang. Senang bertemu Anda semua, yang jauh-jauh datang dari Indonesia," demikian kalimat penyambutan William Favero, manajer communicating Yamaha Factory Team, kepada kami temasuk pihak dari PT YMKI.

Di bagian lain terdapat kompleks hospitalty tim-tim MotoGP, yang tampak lebih semarak. Hanya pengunjung dengan tanda pengenal khusus yang bisa masuk ke sana, karena memang lebih diperuntukkan para undangan. Semua booth tim ada di sana, menyambut terbuka dan ramah pada siapapun yang datang. Perempuan-perempuan Spanyol nan cantik dan seksi melayani pertanyaan pengunjung, membagi-bagikan suvenir, dan melayani permintaan foto bersama.

Di tempat itu kami mendapat kesempatan mewawancari beberapa teknisi Yamaha dan juga Lorenzo dan Spies. Yamaha juga mengantar kami ke booth tim Monster Tech3 untuk bertemu dengan Colin Edwards. Rider gaek asal Amerika itu begitu ramah menerima kami. Ia segera berhenti makan saat kami masuk, dan meladeni foto bersama.

Sekitar satu setengah jam sebelum lomba, Cal Crutclow tiba-tiba datang pula ke booth Yamaha Factory Racing, dan dengan santai meladeni wawancara kami. Itu berarti keempat pembalap bermotor Yamaha di musim ini sekaligus bisa kami jumpai.

Saat balapan utama berlangsung, ratusan ribu orang fokus ke lintasan Jerez. Mereka mengambil tempat sesuai tiket, dari yang di kursi tribun sampai di semak-semak perbukitan, yang sebagian memang digratiskan. Hujan yang terus membahasi areal sirkuit sama sekali tidak mengurangi antusias mereka menyaksikan perhelatan ini. Karena menonton langsung atau menatap ke arah layar raksasa tidak ada suara komentator, maka jalannya balapan tetap dipandu dengan komentar bahasa Spanyol yang diperdengarkan melalui pengeras suara di berbagai tribun penonton.

Balapan Jerez dikenal sebagai salah satu balapan yang selalu semarak oleh penonton. "Saya selalu datang ke sini, Senor. Masyarakat kamu sangat menyukai balapan. Anda pasti suka melihat balapan di sini," cetus Andrea, seorang penonton dari Sevilla. Belakangan pihak penyelenggara mengumumkan bahwa hari ini jumlah penonton berjumlah 120 ribu.

Semangat dan antusiasme publik Jerez berbuah manis ketika dua pembalap Spanyol-nya, Lorenzo dan Pedrosa, naik podium, bersama Nicky Hayden. Begitu balapan selesai, ratusan orang memaksa turun ke depan podium. Awalnya petugas masih mencoba mengecek mereka berdasarkan tanda pengenal, karena semestinya tidak semua boleh turun ke lintasan. Tapi pada akhirnya mereka tak kuasa untuk menghentikan keinginan fans berpesta di bawah podium kemenangan.

Saat seremoni dilakukan, para penonton bernyanyi-nyanyi, termasuk yel-yel yang biasanya bergema di stadion sepakbola: "Ole, ole, ole ….". Mantan pemain legendaris Athletic Bilbao, Julen Guerrero, tampak di tengah-tengah kerumuman massa di bawah podium itu. Beberapa orang memanfaatkan kesempatan itu untuk berfoto bersama eks pemain timnas Spanyol itu.

"Anda dari Indonesia? Wow, hebat sekali," seru Guerrero saat didekati detiksport. Dan ia mengatakan dirinya sering menonton balapan motor di negaranya.

Sekitar jam 4 sore pesta di Jerez berangsur-angsur selesai. Orang Spanyol pulang dengan rasa puas melihat pahlawan-pahlawannya menjadi yang terbaik di rumah mereka.

"Spanyol is the best. Anda lihat saja, tim sepakbola kami juara Eropa dan dunia, Barcelona, Rafael Nadal, Fernando Alonso, dan kami juga punya Jorge Lorenzo dan Dani Pedrosa," cetus seorang fans yang lain.

Di jalan menuju keluar dari sirkuit, mobil-mobil berbaris-baris rapi lagi. Para biker pun menyempil di tengah-tengahnya untuk kembali ke tempat kediaman masing-masing. Festival jet darat roda dua telah selesai, sebelum digelar lagi di tahun-tahun berikutnya.



(a2s/din)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads