Kali terakhir Honda mengirim pembalapnya ke podium juara dunia MotoGP adalah tahun 2006 melalui Nicky Hayden. Di musim yang sama Honda juga merengkuh gelar juara dunia konstruktor setelah meraih delapan kemenangan dari 17 seri yang digelar.
Namun setelah itu Honda tak lagi mampu bersaing di perebutan gelar juara. Pabrikan asal Jepang itu bahkan harus menerima turun ke posisi tiga, di belakang Yamaha dan Ducati.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Honda membuat perubahan besar, tak diragukan lagi soal hal itu. Mereka belum pernah menang dengan serius sejak 2003. Saya tahu mereka menang di 2006 tapi saya tahu mentalitas orang-orang di Honda dan jika Anda tak mendominasi balapan sepanjang musim maka perasaannya akan berbeda," sahut Burgess.
"Mereka sudah mencobanya dalam beberapa tahun, tapi harapan terbesarnya adalah itu harus terjadi tahun ini," lanjut Burgess di MCN.
Meski baru dua balapan terlewati, performa Honda sejauh ini sangat memuaskan. Kecuali insiden yang memaksa Stoner terjatuh di Spanyol, pembalap tim tersebut mampu menunjukkan keunggulan atas pesaing-pesaingnya.
"Honda bekerja dengan baik satu dengan yang lainnya. Jika salah satu pembalap menjalani hari yang buruk dia mendapat informasi dari rekannya yang akan membuatnya berkata 'kenapa hari saya buruk? Itu pasti karena saya dan bukan karena motornya'. Casey jelas merupakan pembalap tercepat," tuntas Burgess.
(din/roz)











































